Kumparan Logo

Kementerian ESDM: SPBU Shell Masih Nego Beli BBM Pertamina, Vivo Hampir Sepakat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SPBU Shell di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
SPBU Shell di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan negosiasi pembelian BBM murni (base fuel) antara badan usaha SPBU swasta dengan PT Pertamina (Persero) masih berproses.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan badan usaha yang sepakat adalah PT Aneka Petroindo Raya (APR) atau SPBU BP-AKR, sehingga pasokan bensin sudah mulai tersedia di SPBU.

Sementara itu, PT Shell Indonesia dan PT Vivo Energy Indonesia masih dalam proses negosiasi. Namun, Laode menyebutkan pembahasan dengan Vivo sudah mulai ada titik terang.

"Jadi yang belum itu sedang bernegosiasi dengan badan usaha Patra Niaga, dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa Vivo sudah mendekati, akan ada lagi. Jadi kita tunggu saja ya," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (7/11).

Laode belum bisa mengungkapkan volume pembelian yang akan disepakati oleh Vivo. Namun, dia membuka peluang jumlahnya sama seperti kesepakatan yang sempat batal sebelumnya, yakni 1 kargo alias 100 ribu barel.

instagram embed

"Kalau proses impor ini kan satu kargo, satu kargo 100 ribu barel. Awalnya juga kan Vivo sudah minta 100 ribu barel. Harusnya, ini belum diputus, harusnya ya sama," tuturnya.

Sementara itu, dirinya masih akan berdiskusi lebih lanjut dengan SPBU Shell, yang saat ini belum bisa memastikan kesepakatan apa pun terkait pembelian BBM Pertamina.

"Masih berproses. Shell tadi baru menghubungi saya, mau ketemu dulu dengan saya, saya bilang oke," ungkap Laode.

Ke depannya, Laode menyebutkan SPBU BP-AKR akan menambah pembelian BBM sebanyak 1 kargo lagi. Pengiriman ditargetkan sampai pada minggu ketiga November 2025. "Ya, BP nambah lagi 100 ribu. Minggu ketiga November," tandas Laode.