Kementerian Investasi Luncurkan Fitur Kemitraan di Sistem OSS

7 Desember 2022 14:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot (kanan) dan Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM Indra Darmawan (kiri). Foto: Selfy Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot (kanan) dan Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM Indra Darmawan (kiri). Foto: Selfy Momongan/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan fitur kemitraan di sistem Online Single Submission (OSS). Hal tersebut dilakukan guna mempermudah pelaku usaha kelas kakap bermitra dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
ADVERTISEMENT
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi Yuliot mengungkapkan, fitur kemitraan sudah bisa diakses melalui http://kemitraan.oss.go.id.
“Untuk memudahkan pelaku usaha besar, PMDN (penanaman modal dalam negeri) dan PMA (penanaman modal asing) memilih UMKM di daerah, telah disempurnakan fitur layanan pada sistem OSS yang memungkinkan pelaku usaha besar melihat calon mitra UMKM di daerah dan sebaliknya, UMKM dapat melihat peluang usaha kemitraan pada sistem OSS,” kata Yuliot dalam Forum Kemitraan Investasi di Hotel Fourseason, Rabu (7/12).
Lebih lanjut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi layanan baru tersebut kepada masyarakat. Hingga Desember 2022, BKPM mencatat, terdapat komitmen kesepakatan kerja sama antara 235 usaha besar PMDN dengan 421 UMKM di daerah dengan nilai pekerjaan lebih kurang Rp 4,46 triliun
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang baik tidak terlepas dari peran pengusaha. Namun, Bahlil mengingatkan pemerataan pertumbuhan harus terjadi.
“Saya tahu betul kontribusi bapak ibu pengusaha-pengusaha besar yang sudah memajukan ekonomi di daerah dengan baik. Tapi alangkah lebih baiknya untuk kita melakukan kolaborasi ini. Apalah artinya pertumbuhan ekonomi yang baik tapi yang dimiliki atau dikuasai oleh segelintir orang,” ungkap Bahlil.
Untuk itu, Bahlil mendorong kerja sama antara pengusaha besar dengan pengusaha dan UMKM di daerah.
“Saya harap semua investasi sekarang tanpa mengenal pandang bulu mau dari negara mana pun, kita sudah harus mewujudkan mereka untuk berkolaborasi. Kasih mereka sumber daya alam, itu bagian kewajiban kita, tapi mereka harus berbagi untuk memberdayakan orang-orang daerah agar orang-orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT