Kumparan Logo

Kementerian Investasi Tawarkan 3 Proyek Pengembangan Bandara Kualanamu

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara Internasional Kualanamu Medan. Foto: Angksa pura II
zoom-in-whitePerbesar
Bandara Internasional Kualanamu Medan. Foto: Angksa pura II

Kementerian Investasi/BKPM menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Angkasa Pura Aviasi menyelenggarakan kegiatan Market Sounding ‘Peluang Investasi di Bandara Internasional Kualanamu’ pada Kamis, (16/9).

Ada tiga proyek infrastruktur yang ditawarkan dari bandara yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara ini yaitu Airport City yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf & driving range, theme park, retail, dan rumah sakit (luas lahan ±135 Ha), E-commerce Center Warehouse (luas lahan ±2 Ha), dan Integrated Commercial Area-Factory Outlet and MICE (luas lahan ±20 Ha).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Nurul Ichwan, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah tersebut. Pasalnya, bandara menjadi salah satu infrastruktur vital dalam sektor transportasi yang berdampak pada sistem konektivitas dan logistik.

Menurutnya, pertumbuhan penumpang, pesawat, dan kargo perlu diimbangi dengan sistem dan infrastruktur bandara terintegrasi dengan teknologi dan sarana prasarana pendukung yang memadai, serta konsep airport city.

“Pelayanan infrastruktur bandara yang dapat meningkatkan iklim investasi sangat dibutuhkan, terutama pada kondisi bisnis bandara yang sedang turun. Oleh karena itu, pengelolaan infrastruktur transportasi udara dituntut untuk mampu berinovasi dalam pengembangan bisnis agar dapat terus memberikan pelayanan yang baik,” kata Nurul melalui keterangan resmi Kementerian Investasi, Kamis (16/9).

“Dengan adanya ketiga proyek yang ditawarkan ini, kami yakin dapat mendukung pengelolaan bandara sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara maupun Indonesia,” tambahnya.

Bandara Internasional Kualanamu, Medan Foto: Shutter Stock

Nurul berharap pengelolaan bandara ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga dapat mewujudkan konsep bandara masa depan sebagai infrastruktur multimoda dan multifungsi yang dapat mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya. Sehingga dibutuhkan peningkatan strategic partnership antara AP II (Persero) dan PT Angkasa Pura Aviasi dengan para pelaku usaha, yang tidak hanya dapat meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga membangun kerja sama saling menguntungkan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris, mengungkapkan pihaknya saat ini dalam tahap mencari mitra strategis untuk menjadi rekan dalam mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. Mitra strategis nantinya akan menjadi pemegang saham maksimal 49 persen di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara sebesar 51 persen saham akan dikuasai AP II.

Haris meyakinkan model pengembangan bandara ini akan menguntungkan dan mengakselerasi peningkatan bisnis kebandarudaraan Indonesia. Keuntungan dari strategic partnership ini adalah masuknya Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia yang terdiri dari Capex Commitment dan Upfront Payment, serta pengembangan aset di Kualanamu guna mewujudkan 3E yaitu Expansion The Traffic, Expertise Sharing, dan Equity Partnership.

“Seluruh industri penerbangan tentunya sangat terdampak di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti ini, namun tidak menyurutkan kami selaku anak usaha pelat merah yang diberi mandat dalam mencari mitra strategis dalam mengembangkan lahan Bandara Internasional Kualanamu menjadi lahan komersial terpadu,” ungkap Haris.

Ke depannya, kapasitas terminal penumpang Bandara Internasional Kualanamu akan ditingkatkan mencapai 40 juta penumpang per tahun. Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bandara ini melayani penumpang sekitar 2 ribu sampai dengan 3 ribu penumpang per harinya. Sedangkan di masa normal dapat melayani penumpang berkisar 9 sampai 11 juta penumpang per tahun.

Menurut Haris, pertumbuhan angkutan kargo juga cukup besar. Hal ini didukung dengan data angkutan kargo di Bandara Internasional Kualanamu dalam tiga tahun terakhir yang mencapai rata-rata 50.000 ton dalam setahun. Bandara Kualanamu saat ini memiliki kapasitas terminal penumpang 9 juta orang per tahun dan menyandang status Bintang 4 dari Skytrax.

Akses menuju Bandara Kualanamu didukung dengan berbagai alternatif, mulai dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi hingga akses dengan Kereta Bandara Railink yang waktu tempuhnya dari bandara ke pusat kota Medan sekitar 30 menit.

Kegiatan market sounding ini diikuti oleh lebih dari 190 peserta yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN di bidang konstruksi, konsultan, lembaga keuangan, organisasi internasional, jasa kebandarudaraan, hotel, developer/properti, kawasan, logistik/kargo, retail, iklan, baik dari dalam maupun luar negeri.