Kementerian PKP Sebut Bakal Renovasi 13.000 Unit Rumah di Kawasan Pesisir

Salah satu fokus dari program 3 juta rumah adalah kepada hunian rakyat yang berada di pesisir. Untuk itu, saat ini pemerintah akan melakukan renovasi sekitar 13.000 unit rumah yang ada di kawasan pesisir.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, renovasi tersebut agar kawasan pesisir bisa lebih indah layaknya Maladewa.
“Kami sudah koordinasi juga dengan Kementerian Kelautan akan ada renovasi pesisir besar-besaran sampai keluar istilah, 13 ribu Maldives. Itu karena pesisirnya mau dibikin bagus, dikelola dengan pola,” ujar Fahri ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada Rabu (18/6).
Salah satu bentuk renovasi untuk rumah di kawasan pesisir juga akan mempertimbangkan aspek ketahanan. Salah satu fokus utamanya adalah aspek ketahanan terhadap kemungkinan banjir ketika air laut sedang pasang.
“Nanti ada sistem bangunan yang lebih bagus ya, sehingga kalau ada air naik dan sebagainya lantai satunya kita kosongkan, orang itu adanya di lantai dua. Lantai satu seperti yang di Muara Angke tapi bisa dinaikan lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, renovasi rumah di kawasan pesisir juga sudah dimulai di Muara Angke, Jakarta Utara yang menjadi bagian dari program tiga juta rumah dengan konsep gotong royong karena merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan program bakti sosial Universitas Pertahanan.
Untuk anggaran, sebelumnya Fahri sempat menjelaskan kebutuhan biaya untuk program 3 juta rumah mencapai Rp 300 triliun per tahun. Dalam porsinya, APBN bisa mengisi porsi Rp 43,6 triliun untuk program renovasi rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di desa dan Rp 26,4 triliun untuk BSPS di pesisir.
Anggaran sebesar Rp 26,4 triliun untuk BSPS di pesisir nantinya bisa digunakan untuk merenovasi rumah di pesisir sebanyak 12.937 unit.
