Kumparan Logo

Kementerian PU Akui Pembangunan Infrastruktur Belum Merata

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pembangunan Jalan Trans Papua (Foto: Dok. Kantor Staf Kepresidenan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Jalan Trans Papua (Foto: Dok. Kantor Staf Kepresidenan)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui peningkatan pembangunan infrastruktur yang saat ini dilakukan belum sepenuhnya bisa mendukung perekonomian nasional. Sebab, pembangunan belum bisa dilakukan secara merata di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan hal itu juga tak lepas dari masalah masih terpusatnya investasi di pulau Jawa yang memiliki distribusi penduduk hingga 57,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, infrastruktur terus naik signifikan. Hanya global kompetitif kita yang turun. Ini merupakan kritik bagi kami Kementerian PU,” kata Arie dalam acara Outlook Economic 2017 di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/1).

Menurut Arie, jika semua investasi terpusat di Jawa, maka akan berdampak pada gap infrastruktur antara barat dan timur. Akibatnya, biaya logistik akan mahal. Kementerian PUPR, kata dia, terus berupaya melakukan pembangunan di 35 wilayah strategis sesuai tata ruang dan resources untuk pemerataan pembangunan.

“Indonesia bukan hanya Jawa. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Dia mencontohkan dimulainya pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan negara Malaysia dan Timor Leste. Menurut dia, hal itu dirancang pemerintah agar ekonomi di wilayah tersebut terus bergerak. Selain itu, pemerintah juga akan membangun jalan dengan total 1000 kilometer dalam lima tahun kedepan.

“Dalam 5 tahun kedepan kita akan membangun1000 kilometer. Ini merupakan 3 kali kapasitas Kementerian PU. Tapi kami optimistis dengan dukungan semuanya,” ujarnya. (Novan Nurul Alam)