Kementerian PU Bakal Cek Langsung Kualitas Jembatan Swadaya Warga Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan bakal mengecek langsung kondisi Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, mengatakan tim Satuan Tugas (Satgas) bersama Menteri PU Dody Hanggodo dijadwalkan mengunjungi lokasi untuk melihat langsung kondisi jembatan tersebut.
"Untuk jembatan yang di Aceh itu, mungkin besok Tim Satgas dan juga termasuk beliau, Pak Menteri, akan menuju ke sana untuk memasangkan. Sementara masih kita menunggu dulu,” ucap Apri kepada awak media di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (7/7).
Apri menegaskan, terlepas dari inisiatif masyarakat membangun jembatan secara gotong royong, program pembangunan yang telah disiapkan Kementerian PU tetap akan berjalan.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam pembangunan infrastruktur.
"Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat,” kata dia.
Apri menyebut, pemerintah khawatir terhadap keamanan konstruksi apabila jembatan dibangun secara swadaya tanpa melalui standar teknis yang berlaku.
"Kalau memang dilaksanakan secara swadaya, kita khawatir terhadap keselamatan jembatannya. Jadi tetap kita akan jalan dengan program kita,” lanjut Apri.
Sebelumnya, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, meresmikan Jembatan Enang-Enang yang sempat rusak akibat banjir dan longsor pada November 2025.
Peresmian jembatan pada Kamis (2/7) berlangsung haru, dengan sejumlah warga terlihat meneteskan air mata karena akses utama yang menghubungkan permukiman, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan akhirnya kembali dapat digunakan.
Tokoh masyarakat setempat, Sahrial Abadi, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan sepenuhnya melalui swadaya masyarakat.
Warga berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 1 miliar, dengan sekitar Rp 526 juta telah digunakan untuk pembangunan jembatan. Sisa dana rencananya akan dimanfaatkan untuk membangun dinding penahan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.
