Kementerian PU Bakal Lelang 19 Proyek KPBU Tol pada 2026, Butuh Rp 408,68 T
ยทwaktu baca 3 menit

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) akan melelang 19 proyek proyek tol dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tahun 2026. Nantinya, investasi yang dibutuhkan untuk 19 proyek tersebut adalah Rp 408,68 triliun
Untuk mendukung hal itu, Kementerian PU menyiapkan anggaran mencapai Rp 23,33 miliar. Dukungan tersebut akan digunakan untuk proyek KPBU solicited atau yang diinisiasi pemerintah senilai Rp 20,66 miliar, proyek KPBU unsolicited sebesar Rp 1,55 miliar dan proyek KPBU penugasan sebesar Rp 1,12 miliar.
Berdasarkan data yang dipaparkan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief, saat rapat dengan Komisi V DPR, proyek tol KPBU solicited yang dilelang meliputi Jalan Tol Bandung Intra Urban, Jalan Tol Pejagan-Cilacap, Jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik, Jalan Tol Malang-Kepanjen, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, dan Jalan Tol Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing.
Proyek KPBU unsolicited yang dilelang yakni Jalan Tol Pluit-Bandara, Jalan Tol Cikunir-Karawaci Elevated, Jalan Tol Semanan-Balaraja, Harbour Toll Road Semarang, Jalan Tol Bitung-Serpong, Jalan Tol Caringin-Cisarua dan Jalan Tol Akses Patimban.
Sementara untuk proyek KPBU penugasan meliputi Jalan Tol Rantau Prapat-Kisaran, Jalan Tol Dumai-Simpang Sigandal-Rantau Prapat, Jalan Tol Pelabuhan Panjang-Lematang, Jalan Tol Rengat-JC Pekanbaru Riau, serta Jalan Tol Jambi-Rengat.
Di luar hal tersebut, ada anggaran yang disiapkan untuk dukungan teknis lainnya senilai Rp 3,56 miliar dan transaksi KPBU unsolicited untuk Tol Bogor-Serpong (Via Parung)-JORR III Jawa Barat, Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat-JORR III Jawa Barat serta fly over Sitinjau Lauik di Sumatra Barat sebesar Rp 0,66 miliar. Dukungan terhadap sektor Bina Marga mencapai Rp 27,5 miliar.
Selain itu, dukungan juga diberikan untuk sektor Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 12,054 miliar. Adapun proyek KPBU yang mendapat dukungan di sektor itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) di Bendungan Bener, Bendungan Pamukkulu, Bendungan Cipanas, Bendungan Karalloe, dan Bendungan Tapin senilai Rp 7,1 miliar.
Alokasi lainnya dari anggaran dukungan ke sektor SDA tersebut adalah sebesar Rp 3,9 miliar untuk dukungan teknis dan dukungan Rp 1 miliar untuk transaksi proyek KPBU unsolicited guna penyediaan infrastruktur PLTM Leuwikeris.
Proyek KPBU SPAM Regional Ir. H. Djuanda mencakup wilayah Jakarta, Kabupaten/Kota Bekasi, serta Kabupaten Bogor dengan skema solicited senilai Rp 4 miliar. Selain itu, SPAM Regional Ayung Bali dengan skema unsolicited Rp 0,82 miliar diproyeksikan menarik investasi Rp 1,5 triliun.
Sektor Cipta Karya juga mendapat dukungan sebesar Rp 10,150 miliar. Anggaran dukungan tersebut akan digunakan untuk penyiapan KPBU sebesar Rp 4,82 miliar untuk SPAM Regional Ir. H. Djuanda yang merupakan KPBU solicited dan SPAM Regional Ayung Bali yang merupakan KPBU unsolicited.
Selanjutnya, ada pula alokasi sebesar Rp 4,51 miliar untuk dukungan teknis dan Rp 0,82 miliar untuk transaksi KPBU unsolicited SPAM Kota Balikpapan, Kalimantan TImur.
