Kumparan Logo

Kementerian PU Optimalisasi 10 Ribu Sumur Bor Antisipasi Kekeringan saat Kemarau

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PU Dody Hanggodo dalam acara Silaturahmi Bersama Para Orang Tua dan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tahap I di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025). 
 Foto: Dok. Kementerian PU
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PU Dody Hanggodo dalam acara Silaturahmi Bersama Para Orang Tua dan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tahap I di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025). Foto: Dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melakukan optimalisasi terhadap 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Hal itu dilakukan untuk membantu daerah yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Dengan begitu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan produktivitas lahan pertanian dapat dijaga selama musim kemarau.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).

Di samping itu, Dody juga menjelaskan Kementerian PU menyiapkan 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, hingga 49 mesin bor untuk siap dikerahkan ke daerah terdampak kekeringan. Upaya lain yang juga dilakukan adalah edukasi masyarakat terkait penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

Selain optimalisasi, percepatan pembangunan berbagai infrastruktur air seperti bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor juga terus dilakukan.

Saat ini, Kementerian PU mencatat terdapat 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar m3 yang siap untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, terdapat pula 601 situ dan danau dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar m3, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku.

100 Ribu Pompa dari Kementan

Sejumlah petani antre untuk mendapatkan air dari aliran galian sumur nonpermanen di tengah sawah yang disedot menggunakan mesin diesel guna mengairi lahan pertanian mereka di Desa Wonosekar, Karangawen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/6). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sebelumnya, Kementerian Pertanian juga bersiap mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Untuk itu, Kementan menyiapkan 100 ribu pompa air. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, biasanya musim kemarau di Indonesia berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, masuk musim hujan pada November.

“Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada 100 ribu lebih,” katanya di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).

Di samping tu, Kementan juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk terus menjaga sistem pengairan ke sawah-sawah. Hal itu juga sudah ditindaklanjuti oleh Dirjen Lahan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto.

Ia juga menjelaskan, saat ini Ditjen LIP juga sudah melakukan pemetaan terkait beberapa daerah yang potensial mengalami kekeringan. Beberapa daerah tersebut menurutnya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

Dia juga berkoordinasi untuk merumuskan langkah tepat dalam penanganan kekeringan tersebut.

“Jadi ada beberapa titik yang memang khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu, ya, rencananya itu kita mau rakor-rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan,” ujarnya.