Kumparan Logo

Kementerian PU Tawarkan Proyek Irigasi-PLTM ke Arab Saudi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Menteri PU Dody Hanggoodo dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Jakarta untuk membahas investasi yang akan ditawarkan ke Arab Saudi.Foto: Dok Birkom KemenPU
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Menteri PU Dody Hanggoodo dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Jakarta untuk membahas investasi yang akan ditawarkan ke Arab Saudi.Foto: Dok Birkom KemenPU

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) sedang menyiapkan beberapa proyek yang akan ditawarkan untuk bisa mendapat investasi dari Arab Saudi. Beberapa di antaranya adalah proyek irigasi sampai Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

Nantinya, proyek tersebut akan ditawarkan pada pertemuan bilateral Indonesia dengan Arab Saudi pada pada 23 Oktober 2025 di Jeddah, Arab Saudi. Delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Menteri PU Dody Hanggodo dan Arab Saudi akan dihadiri oleh Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Arab Saudi Abdulrahman Abdulmohsen Al Fadley.

“Kerja sama Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun masa depan yang berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (19/10).

Pertemuan Menteri PU Dody Hanggoodo dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Jakarta untuk membahas investasi yang akan ditawarkan ke Arab Saudi.Foto: Dok Birkom KemenPU.

Beberapa proyek yang akan ditawarkan adalah antara lain KPBU Irigasi Komering yang memiliki skema syariah dengan nilai investasi Rp 1,65 triliun, PLTM Leuwikeris 7,4 MW senilai Rp 256,9 miliar, PLTA Tiga Dihaji 40 MW senilai Rp920 miliar, dan PLTM senilai Rp 38,7 miliar.

Karena mengusung skema KPBU, Dody berharap investasi juga bisa didapat dari beberapa lembaga investasi milik Arab Saudi seperti Saudi Fund for Development (SFD) dan Public Investment Fund (PIF).

Keempat proyek tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Kementerian PU 2025-2029 yang bertujuan untuk mendukung ketahanan air, pembangunan berkelanjutan, dan pembiayaan hijau.

Pertemuan bilateral tersebut juga akan membahas dukungan Indonesia terhadap pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-11 tahun 2027 di Riyadh, Arab Saudi. Forum tersebut akan berfokus pada pembahasan investasi di sektor infrastruktur air dan energi bersih.

“Indonesia menyambut baik dan sepenuhnya mendukung Arab Saudi sebagai tuan rumah World Water Forum 2027. Setelah menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Bali tahun lalu, Indonesia siap berbagi pengalaman dan bekerja sama untuk memperkuat ketahanan air global dan inovasi berkelanjutan,” kata Dody.