Kenaikan Tarif Pengiriman Udara, Peluang untuk Logistik Darat

12 April 2019 19:17
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pesawat kargo. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat kargo. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengaku naiknya tarif kargo udara dapat memberikan peluang untuk peningkatan permintaan logistik darat. Salah satu peluang logistik darat yang dapat dimaksimalkan yaitu keberadaan jalan Tol Trans Jawa.
ADVERTISEMENT
"Dengan adanya kenaikan kargo udara, tol ini bisa menjadi peluang, karena dulu kan 36 jam, sekarang kan kalau truk besar 24 jam, mungkin 12 jam kalau ukuran mobilnya lebih kecil," kata Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman saat ditemui di Cafe Paradigma, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).
Meski demikian, dia mengatakan, saat ini pengiriman logistik melalui darat masih didominasi jalur pantura dibanding melewati tol.
"Karena kan gratis kalau lewat pantura," sambungnya.
Forum Wartawan Kementerian Perhubungan gelar Bedah Buku Fungsi Tol Laut dan Udara di Cafe Paradigma, Jakarta Pusat, Jumat (12/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Forum Wartawan Kementerian Perhubungan gelar Bedah Buku Fungsi Tol Laut dan Udara di Cafe Paradigma, Jakarta Pusat, Jumat (12/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
Menurut Kyatmaja, pembangunan infrastruktur tol sudah tepat untuk mendukung efisiensi logistik, ke depan ada beberapa hal yang perlu dibangun khususnya terkait cluster di kawasan tol.
"Kalau cluster kan lebih enak. Kalau lewat jalan biasa kan tempat paling ujung dapat harga paling mahal. Tapi kalau cluster kan lebih efisien bisa menekan 3-4 persen biaya operasional. Nah kedepan pemerintah perlu menerapkan infrastruktur mendukung cluster di kawasan tol," katanya.
ADVERTISEMENT
Ke depan, pihaknya menekankan kesadaran masyarakat terkait adanya pola perubahan infrastrukur. Sebab, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengubah perilaku masyarakat terkait adanya infrastruktur baru.