Kenapa Harga Emas Melejit saat The Fed Mau Pangkas Suku Bunga? Ini Penjelasannya
·waktu baca 2 menit

Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan seiring menguatnya spekulasi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) juga telah lebih dulu menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Agustus lalu.
Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menjelaskan secara historis, tren penurunan suku bunga, baik oleh The Fed maupun BI, cenderung mendorong kenaikan harga emas. Alasannya, suku bunga yang lebih rendah membuat imbal hasil dari instrumen seperti deposito dan obligasi menjadi kurang menarik, sehingga investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas.
“Alasannya simpel, bunga turun bikin opportunity cost untuk pegang emas jadi lebih rendah. Kalau deposito atau obligasi return-nya makin kecil, investor cenderung cari aset yang bisa lindung nilai, dan emas salah satu favoritnya,” kata Felix kepada kumparan, Rabu (10/9).
Selain itu, di Amerika Serikat (AS), saat ini ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga membuat dolar AS melemah. Felix melihat hal tersebut dapat menjadi katalisator tambahan untuk kenaikan harga emas.
“Jadi ketika dolar melemah, harga emas relatif lebih murah buat investor global. Makanya lonjakannya makin kenceng,” ujarnya.
Felix juga menuturkan situasi ketidakpastian global baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi, emas juga lebih dianggap sebagai safe haven ketimbang instrumen lainnya.
Selaras dengan Felix, analis sekaligus founder Traderindo, Wahyu Laksono, menuturkan pemangkasan suku bunga The Fed memang biasanya berbanding lurus dengan kenaikan harga emas.
“Suku bunga yang lebih rendah membuat dolar AS kurang menarik bagi investor. Emas yang dihargai dalam dolar AS akan menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan meningkat,” ujar Wahyu.
Selain itu, Wahyu menuturkan dengan penurunan suku bunga The Fed, biaya peluang atau opportunity cost untuk investasi emas juga menjadi lebih kecil. Hal ini membuat emas lebih menarik
“Emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga. Saat suku bunga acuan The Fed turun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih kecil, sehingga menarik lebih banyak investor,” kata Wahyu.
Dikutip dari Reuters, Rabu (10/9) pukul 15:15 WIB, harga emas dunia ada pada USD 3.643,79 per ons atau mengalami kenaikan 0,49 persen.
