Kumparan Logo

Kenapa Jokowi Pilih Nama Nusantara untuk Ibu Kota Baru RI?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi tunjukkan desain Ibu Kota Baru di acara Puncak HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia, Rabu (22/12). Foto: Youtube/PSI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi tunjukkan desain Ibu Kota Baru di acara Puncak HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia, Rabu (22/12). Foto: Youtube/PSI

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkap nama buat ibu kota baru. Pusat pemerintahan yang baru ini nantinya akan bernama Nusantara.

Ini disampaikan oleh Suharso dalam rapat bersama Pansus RUU IKN DPR RI pada Senin (17/1). Menurut Suharso, nama tersebut dipilih sendiri oleh Presiden Jokowi.

"Mengenai nama memang sudah ingin dimasukkan pada waktu surpres itu, tapi kemudian ditahan dan ini saya baru mendapatkan konfirmasi," jelas Suharso dalam rapat yang disiarkan virtual, Senin (17/1).

"Perintah langsung dari Bapak Presiden pada hari Jumat, beliau mengatakan Ibu Kota Negara namanya Nusantara," sambung Suharso.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Suharso kemudian menjelaskan alasan Jokowi memilih nama tersebut. Nusantara, kata Suharso, sudah dikenal sejak dulu dan memang menggambarkan Indonesia.

"Alasannya Nusantara sudah dikenal sejak dulu, dan ikonik di internasional. Mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua Republik Indonesia. Dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," tutur Suharso.

Nama Nusantara sendiri dipilih dari sekitar 80 lebih opsi nama untuk IKN. Opsi-opsi nama ini, kata Suharso, didapat dari ahli bahasa hingga ahli sejarah.

Kata Nusantara sendiri sudah dipakai sejak zaman Kerajaan Majapahit untuk menggambarkan kepulauan yang ada di Indonesia. Kini, kata tersebut digunakan sebagai sinonim dari Kepulauan Indonesia.