Kumparan Logo

Kepala BGN soal Alokasi Rp 335 T untuk MBG 2026: Beli Bahan Baku-Digitalisasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam gelaran Talkshow Potret 1 Tahun BGN di Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam gelaran Talkshow Potret 1 Tahun BGN di Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan sebagian besar dana yang akan diterima oleh BGN untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 adalah untuk bahan baku. Dalam Buku Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026, ada Rp 335 triliun untuk pelaksanaan MBG.

Dadan mengatakan dengan asumsi penerima manfaat sebanyak 82,9 juta, BGN harus mengeluarkan Rp 1,2 triliun untuk operasional MBG per hari atau setara dengan Rp 25 triliun per minggu. Kemudian, menurut Dadan, MBG umumnya digelar pada 20 hingga 21 hari dalam satu bulan, lalu dikalikan 12 bulan selama satu tahun.

“Kalau 82,9 juta penerima manfaat di akhir November atau Desember (2025) maka Januari (2026) itu setiap hari Badan Gizi akan mengeluarkan Rp 1,2 triliun setiap hari dan itu 85 persen-nya untuk membeli bahan baku,” kata Dadan dalam gelaran Talkshow Potret 1 Tahun BGN di Kantor Berita Antara, Jakarta, Selasa (19/8).

Dadan memastikan sebanyak 95 persen pemenuhan bahan baku untuk MBG adalah produk pertanian. Sehingga dia yakin pelaksanaan program ini juga akan mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Sejumlah siswa menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, Senin (17/3/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Selain untuk intervensi atau bahan baku MBG, anggaran Rp 335 triliun pada 2026 juga akan digunakan untuk dukungan manajemen termasuk digitalisasi. Dadan mengakui saat ini banyak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang masih tertinggal dari sisi digitalisasi.

“Seharusnya ketika satu SPPG ini berdiri, itu sudah masuk dalam sistem terdigitalisasi, mulai dari anak-anak diabsen setiap hari, masuk di satu SPPG dan kemudian datanya bisa langsung ke pusat. Nah ini agak tertinggal dan kami akan kerja di tahun depan,” imbuh Dadan.

Tak Ada Target Tambahan Jumlah Penerima MBG

Dadan memastikan hingga kini pemerintah belum membidik target tambahan penerima manfaat MBG untuk tahun depan. Menurutnya, jumlah penerima tahun depan diperkirakan masih sama dengan target Desember tahun ini, yaitu 82,9 juta penerima.

“Ya 82,9 juta (penerima) itu kan asumsi tahun ini. Tahun depan juga ada begitu. Karena ada yang lahir, ada yang lulus SMA, jadi pasti akan tetap sama. Masih (sama dengan tahun ini) 82,9 juta, nanti realitasnya lihat tahun depan ya,” tutur Dadan.