Kumparan Logo

Kepala Otorita IKN: Nanti Kuartal II Ada Investor Pecah Telor!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono di Plaza Mandiri, Kamis (2/2/2023). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono di Plaza Mandiri, Kamis (2/2/2023). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono memberi sinyal akan ada investor yang merealisasikan investasinya di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada kuartal kedua 2023. Market sounding untuk investasi di IKN Nusantara sudah dilakukan sejak Oktober 2022.

Dalam Undang-undang IKN, pada tahap pertama pembangunan IKN Nusantara salah satunya adalah pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan. Dua sektor tersebut yang akan mendapat suntikan investasi pada kuartal kedua tahun ini.

"Kita ingin secepatnya, dalam kuartal II akan ada pecah telor," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (6/2).

Hingga pekan lalu, Otorita IKN setidaknya mendapatkan pernyataan Letter of Intent investor di IKN sebanyak 142. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 yang masuk dalam kategori serius. Dari 90 itu, 25 di antaranya aktif berkomunikasi dengan pihaknya. Namun Bambang masih enggan menyebut identitas investor tersebut.

embed from external kumparan

"Sekitar yang aktif itu 25, yang kita aktif itu bertukar data informasi. Mereka minta kejelasan kondisi di lapangan, dari situ mereka mesti berhitung, kalau menaruh duit segede itu mesti ada itung-itungannya," jelas dia.

Adapun investor yang paling dekat untuk segera memulai pengerjaan di IKN ada 3 dan telah menjalin KPBU untuk menggarap proyek perumahan di IKN dengan nilai investasi Rp 41 triliun.

Mereka adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan nilai investasi Rp 1,67 triliun , PT Risjadson Brunsfield Nusantara–CCFG Corp (Konsorsium Nusantara) dengan nilai investasi Rp 30,8 trilliun, dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC) dengan nilai investasi Rp 8,65 triliun.

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan infrastruktur kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (25/10/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Tiga perusahan tersebut sudah mendapatkan Surat Izin Prakarsa Proyek (SIPP) atau Letter to Proceed (LTP) dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dari 90 LOI yang sudah diterima, Bambang mengatakan akan bertambah lagi investor yang mengantongi SIPP tersebut.

"Yang sudah ada Letter to Proceed (LTP) kan yang tiga itu, untuk hunian, tapi mungkin tambah lagi," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan salah satu pihak yang menyatakan minatnya berinvestasi di IKN sejak market sounding Oktober lalu adalah perusahaan properti raksasa, Ciputra Group.

"Yang saya hafal waktu market sounding Ciputra Group malah bilang mau 300 hektar, tapi nominalnya berapa mungkin mereka lagi hitung," pungkasnya.