Kereta Bandara Soekarno Hatta Buatan Korea Selatan

Perusahaan asal Korea Selatan, Woojin Industrial Systems Co Ltd akan memproduksi kereta yang akan digunakan untuk proyek Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Adapun kereta ini sama jenisnya dengan kereta yang digunakan di Bandara Kuala Namu, Medan.
"Kereta buatan Korea Selatan, Woojin," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Stasiun Kereta Bandara, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (12/3).
Menurut Budi, seperti Bandara Kuala Namu, operator kereta bandara Soetta adalah PT Railink. Sehingga tarifnya terbilang tinggi karena dikelola komersial. Berbeda dengan KRL commuterline yang dibangun oleh pemerintah menggunakan anggaran negara, proyek kereta bandara mencoba melibatkan pihak swasta.
Di tempat yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, di Kuala Namu, kereta bandara pertama di Indonesia tersebut memakai tenaga diesel bukan kereta listrik (KRL).

Ia mengatakan kereta bandara ini nantinya bisa menampung penumpang hingga 33.000 per hari. Atau setara 20 persen dari penumpang yang ke bandara setiap harinya.
Rini mengatakan, setelah Kereta Bandara Soetta yang akan dibangun oleh Railink, nantinya akan dibangun di Jogjakarta dan Solo. Serta di Padang yang akan beroperasi tahun ini.
"Kota berikutnya di Jogja dan Solo mulai bangun tahun ini. Padang sudah selesai tahun ini. Padang duluan, Agustus mungkin bisa mulai operasional," tuturnya.
