Kerja Sama Garuda Indonesia dan Rolls Royce Jalan Terus

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan tetap melanjutkan kerja sama dengan Rolls Royce, produsen mobil terkenal asal Inggris, yang juga memproduksi mesin pesawat.
Hubungan keduanya tidak berpengaruh meskipun sempat mencuat kasus suap Rolls Royce yang melibatkan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Hal tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan.
Pimpinan Garuda Indonesia bahkan akan mengadakan pertemuan pekan depan untuk membahas kerja sama dengan perusahaan produsen mesin asal Inggris itu.
Direktur Utama Garuda, Arif Wibowo mengatakan, perseroan tengah dalam proses pembicaraan dengan Rolls Royce terkait kasus suap.
"Saya juga akan ketemu dengan CEO-nya minggu depan. Ini tentang strategi bisnis Garuda Indonesia ke depan. Di dalamnya ada macam-macam, ada kelanjutan (kerja sama), ada kasus yang terakhir. Kami berusaha melakukan pembicaraan yang baik dengan mereka," jelas Arif ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/2).

Ketika disinggung mengenai kemungkinan pemutusan kerja sama dengan Rolls Royce, ia enggan menanggapi.
"Kita enggak bisa sampaikan di sini," ucapnya.
Sebelumnya, Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap hingga jutaan dolar AS . Suap diduga diberikan pihak Rolls Royce agar Emir memilih mesin pesawat produksi Rolls-Royce, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pembelian Airbus 330.
