Kumparan Logo

Kesalahan Ini Bikin Tabungan Susah Terkumpul

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi investasi. (Foto: Stevepb via Pixabay (CC0 Public Domain))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investasi. (Foto: Stevepb via Pixabay (CC0 Public Domain))

Menabung memang jadi hal yang tak bisa diabaikan. Pasalnya, tabungan nantinya berguna sebagai cadangan dana darurat jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Maka tabungan bisa jadi uang segar yang segera bisa digunakan.

Namun, pernahkah Anda merasa sudah menabung namun rasanya uangnya susah terkumpul? Jika seperti itu, Anda perlu memperhatikan hal-hal yang menjadikan aktivitas menabung bisa efektif. Termasuk, kesalahan menabung yang barangkali selama ini Anda terapkan. Bagaimana?

Perencana Keuangan Eko Indarto mengatakan hal utamanya yang perlu dipahami saat menabung adalah menetapkan tujuan dan target menabung yang jelas.

"Kalau bisa tiga kali besarnya pengeluaran bulanan untuk simpanan tabungan," katanya ketika dihubungi kumparan, Selasa (27/11).

Eko melanjutkan, disiplin menabung juga menjadi hal penting yang harus dilakukan. Caranya, setelah gajian maka langsung bisa dianggarkan khusus untuk uang tabungan.

"Harus dulu disisihkan jangan di belakang, jadi dari penghasilan langsung disisihkan apakah Rp 500 ribu, Rp 1 juta dan seterusnya," imbuhnya.

Ilustrasi investasi (Foto: Stevepb via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investasi (Foto: Stevepb via Pixabay)

Eko menyarankan untuk memiliki rekening khusus untuk tabungan yang dipisahkan dengan uang operasional sehari-hari. Apalagi, uang tabungan sebaiknya juga jangan disatukan dengan akses kartu kredit yang impulsif bisa digunakan sewaktu-waktu.

Jika memungkinkan, Eko menambahkan fasilitas pemotongan otomatis uang tabungan dari sekuritas juga tak salah dimanfaatkan jika memang perlu.

"Gunakan sekuritas jangan kita mandiri, jadi setelah gajian dua hari langsung dipotong otomatis misalnya, minta auto debit dan seterusnya. Ketiga, kita cari produk yang tidak pakai ATM-nya jadi enggak diambil-ambil," ujarnya.

Satu lagi yang tak kalah penting, pengambilan uang tabungan juga harus dipertimbangkan secara matang dan memang berdasarkan prioritas yang diperlukan.

"Jadi, jangan impulsif atau menabung hanya untuk hal jangka pendek yang bikin uang tabungan susah terkumpul akhirnya," tegasnya.

Di sisi lain, Eko juga mengingatkan agar tabungan menjadi prioritas dulu sebelum melakukan investasi. Singkatnya, tabungan aman minimal 3 kali pengeluaran baru berinvestasi.

"Upayakan punya tabungan ini dulu baru ke investasi jangan menengah dan panjang. Jadi jangan semua uang diinvestasikan tapi tabungannya tidak ada, itu berisiko juga karena kalau sewaktu-waktu butuh bagaimana? Sedangkan investasi kan berjangka," tutupnya.