Kesan Enggar Jadi Mendag: Kehormatan sebagai Pembantu Presiden

14 Oktober 2019 16:25 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan yang juga politikus Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita (Berpakaian batik) di Kantor DPP Nasdem Foto: Reki Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan yang juga politikus Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita (Berpakaian batik) di Kantor DPP Nasdem Foto: Reki Febrian/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan kesannya selama menjadi menteri di Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang akan berakhir pada 20 Oktober 2019. Enggar merasa mendapatkan kehormatan bisa menjadi seorang menteri.
ADVERTISEMENT
“Apapun, ini suatu kepercayaan luar biasa, suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi pembantu Bapak Presiden dalam 3 tahun 2 bulan yang tinggal tersisa 6 hari,” kata Enggar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (14/10).
Enggar mengungkapkan, selain terkait ekspor dan impor, ada tiga hal pesan Jokowi kepadanya sebagai Mendag. Ia ingin memastikan program yang disiapkan Jokowi bisa berdampak di masyarakat.
“Jaga, kendalikan stabilitas harga, tekan inflasi itu satu kelompok. Kedua perbaiki pasar, ketiga jaga neraca perdagangan. Itu kan garis besarnya,” ujar Enggar.
Namun Enggar tidak mau membeberkan capaian apa yang menurutnya harus diteruskan oleh Mendag yang ditunjuk Jokowi di periode kedua. Menurutnya, hal itu akan langsung disampaikan khususnya saat serah terima dengan menteri baru. Ia hanya berpesan kepada Mendag baru agar selalu mengikuti apa yang diarahkan oleh Jokowi.
ADVERTISEMENT
“Jadi tetap kita tak ada visi misi tapi laksanakan arahan presiden. Begitu dilantik pasti akan dapat arahan dan perintah. Pak Presiden memberikan arahannya sangat jelas, sederhana kalimatnya,” ungkap Enggar.