Ketahuan Sumbang ISIS, Perusahaan Semen Prancis Didenda AS Rp 12 Triliun

18 Oktober 2022 22:56
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perusahaan semen dan industri bahan bangunan lainnya asal Prancis, Lafarge SA. Foto: Charles Platiau/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan semen dan industri bahan bangunan lainnya asal Prancis, Lafarge SA. Foto: Charles Platiau/Reuters
ADVERTISEMENT
Ketahuan pernah menyumbang ISIS dan organisasi teroris lainnya, perusahaan semen asal Prancis, Lafarge SA, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS). Atas putusan tersebut, perusahaan yang telah merger dengan Holcim itu, dijatuhi hukuman denda USD 778 juta atau hampir setara Rp 12 triliun.
ADVERTISEMENT
Sidang terhadap perusahaan Lafarge SA tersebut digelar di Pengadilan Brooklyn, Selasa (18/10).
Dilansir Reuters, Lafarge SA mengaku bersalah atas dakwaan tersebut dan bersedia membayar denda. "Ini adalah penuntutan perusahaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah payung hukum tentang terorisme yang ditetapkan Departemen Kehakiman AS," tulisnya.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan telah menerima tanggung jawab atas tindakan individu eksekutif yang terlibat, yang perilakunya merupakan pelanggaran mencolok terhadap kode etik Lafarge.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tentara Irak merebut wilayah ISIS. Foto: AFP/Ahmad al-Rubaye
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Irak merebut wilayah ISIS. Foto: AFP/Ahmad al-Rubaye
"Kami sangat menyesalkan perilaku ini terjadi dan telah bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Transaksi perusahaan dengan kelompok teroris menjadi subyek investigasi internal beberapa tahun lalu. Pada akhir penyelidikan itu, perusahaan mengatakan bahwa karyawan dari perusahaan telah membayar pada suatu kelompok tertentu tanpa memperhatikan identitas dan latar belakangnya.
ADVERTISEMENT
Pembayaran kompensasi dilakukan, sebagai jaminan keamanan untuk menjaga operasi tetap berjalan, di tengah situasi kekerasan yang meningkat di suatu wilayah.
Perusahaan Prancis Lafarge SA pada 2015 melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Holcim. Saat ini perusahaan semen dan bahan bangunan itu beroperasi di 70 negara di dunia, termasuk wilayah-wilayah rawan konflik.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020