Kumparan Logo

Ketika Erick Thohir Jadi Pelayan Apotek Kimia Farma: Saya Kikuk

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir layani konsumen di Apotek Kimia Farma, Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9). Foto: Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir layani konsumen di Apotek Kimia Farma, Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9). Foto: Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menjadi pelayan salah satu apotek Kimia Farma di Depok, Jawa Barat. Dalam aksinya itu, dia ikut melayani pelanggan yang membeli obat.

Dalam unggahan video di instagram pribadinya, Erick terlihat sibuk mencari obat berdasarkan resep yang dia terima. Menurut dia, pesanan banyak berasal dari aplikasi Farma Plus.

"Ini yang beli kikuk, yang melayani kikuk. Saya pun kikuk," kata Erick Thohir.

Menurutnya, meskipun kasus positif COVID-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir ini menurun, pemerintah tetap ingin memastikan ketersediaan vitamin dan obat-obat, terutama tujuh jenis obat COVID-19 selalu ada dalam jumlah yang memadai.

instagram embed

Ketujuh obat tersebut yakni Azithromycin, Favipiravir, Immunoglobulin, Ivermectin, Oseltamivir, Remdesivir, dan Tocilizumab. Obat-obat ini juga disediakan di apotek-apotek Kimia Farma agar masyarakat yang membutuhkan mudah mencarinya.

"Program vaksinasi yang terus digencarkan pemerintah demi mempercepat terbentuknya herd immunity harus paralel dengan ketersediaan obat-obatan untuk COVID-19 yang mencukupi, sehingga selalu siap di saat masyarakat membutuhkan," kata Erick di apotek tersebut, Sabtu (4/9).

Menurutnya, keberadaan aplikasi Farmaplus yang juga bisa diakses di situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ sangat membantu masyarakat untuk mengecek apotek terdekat yang menyediakan obat-obatan tersebut. Berdasarkan pengecekannya, semua data obat di aplikasi dan ketersediaan di apotek cocok.

Ia juga menambahkan, pengecekan keberadaan obat juga bertujuan agar para direksi Kimia Farma, apoteker, dan petugas layanan publik di apotek tersebut tetap waspada akan obat-obat yang dibutuhkan masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir layani konsumen di Apotek Kimia Farma, Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9). Foto: Kementerian BUMN

"Jangan sampai lengah. DIsaat pandemi naik, obat tidak ada, dan ketika pandemi turun, obat juga tidak ada. Jangan sampai seperti itu. Dan hari ini, saya lihat kondisi bagus, pelayanan juga baik, dan ketelitian dalam memeriksa resep dokter juga bagus," imbuhnya.

Di Farmaplus tersaji ketersediaan obat di semua apotek yang ada di seluruh Indonesia. Pada aplikasi dan situs tersebut juga menampilkan total 4.444 apotek Kimia Farma yang tersebar di tanah air dengan dilengkapi peta untuk mengetahui lokasi dan juga data 839.500 jenis obat, termasuk tujuh jenis obat COVID-19.

Untuk obat lainnya yang diproduksi di dalam negeri, terutama oleh holding farmasi BUMN, Erick mengatakan akan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga stoknya selalu terjaga.

"Dalam upaya memerangi pandemi COVID-19 ini, pemerintah akan terus memastikan untuk hadir, baik untuk mempercepat vaksinasi dan menyediakan obat-obatan yang diperlukan masyarakat dengan harga yang terjangkau," ujarnya.