Kumparan Logo

Ketimpangan di Balik Kerusuhan Nepal: Satu dari Lima Warganya Hidup Miskin

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran memegang bendera Nepal saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Demonstran memegang bendera Nepal saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Kerusuhan pecah di Nepal. massa membakar kediaman K.P. Sharma Oli yang pada akhirnya menyatakan mundur sebagai perdana menteri kemarin. Kantor kepresidenan hingga gedung parlemen juga dibakar oleh massa.

Peristiwa nahas menimpa Istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhalanath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar, yang tewas usai menderita luka bakar parah saat kediamannya di Kathmandu dibakar oleh massa yang ricuh, Selasa (9/9) kemarin.

Kerusuhan di Nepal dipicu demonstrasi yang dimotori Gen Z menuntut dicabutnya blokir media sosial dan pemberantasan korupsi yang merajalela.

Kehidupan anak-anak pejabat yang mereka sebut "Nepo Kids" atau "Nepo Baby" viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Nepal. Mereka menilai gaya hidup mewah yang ditampilkan para anak pejabat berasal dari pajak rakyat dan merupakan hasil korupsi.

Persoalan ini tak bisa lepas dari masalah ketimpangan di Nepal. Mengutip Reuters, satu dari lima warganya hidup dalam kemiskinan. Laporan Bank Dunia menunjukkan 20 persen lebih dari 30 juta penduduk Nepal hidup dalam kemiskinan.

Sementara pengangguran di antara kelompok usia 15–24 tahun mencapai lebih dari 22 persen pada tahun 2022-2023. Sebanyak 10 persen penduduk terkaya berpenghasilan lebih dari tiga kali lipat pendapatan 40 persen penduduk termiskin, yang menggarisbawahi kesenjangan ekonomi yang tajam.

Bagaimana kondisi ekonomi Nepal?

Demonstran berkumpul saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Mengutip catatan Bank Dunia, di Nepal banyak anak muda kesulitan memasuki pasar tenaga kerja, bahkan setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

"Mengingat tingkat pekerjaan yang rendah ini, seorang anak yang lahir hari ini diharapkan mencapai hanya 18 persen dari potensi produktivitas mereka menjadi salah satu tingkat terendah secara global," tulis laporan tersebut.

Berikutnya, penciptaan lapangan kerja yang terbatas, informalitas yang meluas, dan partisipasi angkatan kerja perempuan yang rendah terus menghambat kemampuan Nepal untuk membuat SDM bisa meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi makro ekonomi, Bank Dunia melaporkan ekonomi Nepal meningkat pada paruh pertama 2025. PDB riil tumbuh sebesar 4,9 persen pada semester I 2025, atau naik dari 4,3 persen pada semester I 2024.

"Terutama karena peningkatan pertumbuhan sektor pertanian dan industri, meskipun perlambatan di sektor jasa sebagian mengimbangi peningkatan ini," tulis laporan Bank Dunia.

Sementara itu sektor keuangan menghadapi tantangan yang meningkat terkait dengan kualitas aset, profitabilitas, dan kecukupan modal.

Rasio pinjaman bermasalah (NPL) melonjak ke rekor 4,9 persen pada akhir semester I 2025 sekaligus mendorong kenaikan ketentuan kerugian pinjaman yang mengikis profitabilitas sektor.

Sebagai tanggapan, bank sentral memperkenalkan langkah-langkah kesabaran tambahan, termasuk mengurangi penyangga kebijakan yang berdampak terhadap ekonomi pada 2025 menjadi nol persen dari 0,5 persen sebelumnya.

Sektor jasa diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan, didukung oleh pemulihan impor barang dagangan yang akan merangsang perdagangan grosir dan eceran pada 2025.

Berikutnya, di bagian depan fiskal, defisit menyempit secara signifikan sebesar 0,5 poin persentase dari PDB di semester I 2025.

Pertumbuhan pendapatan berbasis luas, dengan kontribusi utama dari bea cukai berbasis impor dan domestik yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan pajak penghasilan pribadi yang didorong oleh keuntungan modal yang lebih tinggi, dan peningkatan pendapatan non-pajak, terutama dari dividen yang lebih tinggi dari lembaga keuangan dan layanan.

instagram embed