Kumparan Logo

Ketua Kadin: Jangan Sampai Krisis Ekonomi Akibat COVID-19 Jadi Krisis Sosial

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polri melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pos PPKM Darurat Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro
zoom-in-whitePerbesar
Polri melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pos PPKM Darurat Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Arsjad Rasjid, mengakui ekonomi Indonesia saat ini masih sulit karena dampak pandemi COVID-19. Namun, Arsjad tidak mau kesulitan tersebut berimbas kepada krisis sosial.

Untuk itu, Arsjad merasa diperlukan kerja sama semua pihak terkait khususnya dalam menjaga konsumsi masyarakat. Hal tersebut dianggap juga bisa memperbaiki kondisi perekonomian.

“Yang harus kita jaga jangan sampai krisis ekonomi ini bisa membawa ke krisis sosial. Ini penting untuk menjaga konsumsi dan kepercayaan masyarakat,” kata Arsjad saat webinar Kajian Tengah Tahun yang digelar INDEF, Rabu (7/7).

Arsjad Rasjid mengatakan bakal ikut berupaya meningkatkan perekonomian salah satunya seperti dengan menciptakan lebih banyak lagi UMKM. Menurutnya UMKM yang ada juga harus terus dibantu khususnya oleh pengusaha besar.

Arsjad Rasjid terpilih jadi Ketua Umum Kadin. Foto: Dok. Istimewa

Arsjad merasa apabila semakin banyak pengusaha, maka lapangan pekerjaan akan tercipta dan bisa mengurangi kemiskinan.

"Kalau bicara kewirausahaan dan kompetensi di sinilah pilar kami ingin bagaimana menciptakan lebih banyak lagi pengusaha mikro dan kecil khususnya," ujar Arsjad.

Kondisi tersebut dianggap bisa berdampak juga ke perbaikan perekonomian Indonesia. Arsjad mengharapkan semakin banyak inovasi di tengah pandemi COVID-19 yang bisa mendorong meningkatnya perekonomian.

"Ini keadaan normal baru bagaimana kita beradaptasi dan berinovasi mencari jalan ekonomi baru dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik. Tetapi tidak bisa kita tidak melihat keadaan sosial dalam kondisi ini," tutur Arsjad.