Ketua OJK Buka Suara IHSG Cetak Rekor ATH Baru: Tren Penguatan Berlanjut

3 November 2025 19:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua OJK Buka Suara IHSG Cetak Rekor ATH Baru: Tren Penguatan Berlanjut
Ketua OJK Mahendra Siregar menyebut IHSG melanjutkan tren penguatan dan beberapa kali mencatatkan posisi all time high.
kumparanBISNIS
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan kinerja pasar modal di Indonesia terus melanjutkan penguatan. Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil berada pada posisi All Time High (ATH) atau tertinggi sepanjang masa.
ADVERTISEMENT
“Memasuki awal triwulan IV, IHSG melanjutkan tren penguatan dan beberapa kali mencatatkan posisi all time high. Indeks ditutup pada level 8.163 per 31 Oktober 2025 atau terapresiasi sebesar 15,31 persen year to date,” kata Mahendra dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (3/10).
Mengawali pekan ini, IHSG naik 111,21 poin atau 1,36 persen ke level 8.275,08. Sebanyak 353 saham menguat, 291 saham melemah, dan 169 saham stagnan.
Volume perdagangan tercatat 23,28 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 15,75 triliun dari 2.097.512 kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.080,57 triliun.
Menurut Mahendra, IHSG sudah membukukan kinerja pertumbuhan positif pada kuartal III 2025 dengan penguatan sebesar 16,36 secara quarter to quarter (Q to Q).
ADVERTISEMENT
Mahendra menyebut hal itu didukung oleh sentimen positif dari domestik maupun global. Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal domestik juga tercatat tetap kuat.
“Per 31 Oktober, nilai penawaran umum di pasar modal domestik mencapai Rp 198,8 triliun,” ujarnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers KSSK di Kantor BI, Senin (3/11/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Dia juga mencatat saat ini sudah ada 27 perusahaan yang berada dalam pipeline untuk melakukan penawaran umum atau initial public offering (IPO). Adapun nilai indikatif dari rencana 27 perusahaan yang akan IPO tersebut mencapai Rp 21,8 triliun.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sudah menargetkan akan ada 50 IPO pada tahun 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun ini yang diproyeksikan melampaui target awal 45 perusahaan tercatat.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan capaian tahun ini menunjukkan pertumbuhan positif baik dari sisi jumlah perusahaan tercatat, penghimpunan dana, maupun aktivitas investor di pasar modal.
ADVERTISEMENT
"Dengan saham 50, target tahun ini kita 45, tahun depan kita targetnya 50 IPO saham," ujar Iman saat konferensi pers RUPSLB BEI secara daring, Rabu (29/10).