Kumparan Logo

Ketua The Fed Tutup Kemungkinan Pangkas Suku Bunga Acuan di Juli 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Dewan Cadangan Federal Jerome Powell berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Dewan Cadangan Federal Jerome Powell berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal. Foto: AFP

Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menegaskan tidak akan memangkas suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) pada pertemuan Juli mendatang.

Di hadapan anggota Kongres pada Selasa (24/6), Powell mengatakan bahwa dirinya dan anggota The Fed memperkirakan inflasi akan segera naik dan bank sentral tidak ingin terburu-buru untuk melonggarkan biaya pinjaman untuk sementara waktu.

Powell secara khusus mengatakan, dia tidak menutup kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan anggota Fed di bulan depan.

"Saya tidak ingin menunjuk ke pertemuan tertentu. Saya rasa kita tidak perlu terburu-buru, mengingat pasar tenaga kerja yang masih kuat dan begitu banyak ketidakpastian tentang dampak perdebatan tarif yang masih belum terselesaikan,” kata Powell dikutip dari Reuters, Rabu (25/6).

video from internal kumparan

Menanggapi kenaikan harga-harga imbas adanya penerapan tarif yang diteken Presiden AS Donald Trump, Powell menuturkan dampaknya baru akan terlihat pada Juni dan Juli, selama musim panas.

“Jika tidak, kita sangat terbuka terhadap gagasan bahwa dampak (kepada konsumen) akan lebih kecil dari yang kita kira, dan jika itu terjadi, itu akan menjadi masalah bagi kebijakan,” imbuhnya.

Powell mulanya memperkirakan inflasi pada periode ini akan tetap terkendali sehingga bank sentral yang dipimpinnya bisa memiliki ruang untuk memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan," katanya.

Powell juga menyoroti banyaknya bank sentral yang menunggu hasil negosiasi tarif pemerintahan Trump, Powell mengaku ditanyai berulang kali perihal bank sentral tampak sibuk dengan permasalahan tarif dan tidak memangkas suku bunga mengingat inflasi sejauh ini masih rendah.

Powell mengatakan kebijakan the Fed tidak dimaksudkan untuk mendukung atau mengkritik pendekatan pemerintahan Trump terhadap perdagangan. Namun dia memastikan kebijakan teh Fed hanya untuk mengatasi dampak inflasi.

"Kami tidak mengomentari tarif. Tugas kami adalah menjaga inflasi tetap terkendali, dan ketika kebijakan memiliki implikasi jangka pendek dan menengah yang berarti, maka inflasi menjadi tugas kami,” tuturnya.