Kimia Farma Tak Bagi Dividen karena Masih Rugi Rp 170,04 Miliar di 2022
·waktu baca 2 menit

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tidak membagikan dividen dari penggunaan laba bersih. Hal tersebut karena Kimia Farma masih mencatatkan rugi bersih Rp 170,04 miliar pada tahun 2022.
“Tidak ada penetapan penggunaan laba bersih perseroan karena perseroan mengalami laba minus atau rugi bersih pada tahun buku 2022,” kata Direksi Kimia Farma dalam risalah RUPS dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (6/6).
Pada kuartal I 2023, Direksi Kimia Farma menjelaskan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk lebih rendah jika dibandingkan dengan kepentingan non pengendali karena transaksi aksi korporasi berupa divestasi dan entitas anak yaitu PT Kimia Farma Apotek dengan total kepemilikan yang berpindah kepada investor sebesar 40 persen.
Hal ini berdampak pada laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk berpindah ke non pengendali, mengingat PT Kimia Farma Apotek adalah salah satu penyumbang laba bersih terbesar di Kimia Farma Grup.
“Pada tahun 2023 Perseroan memiliki target revenue berkisar Rp 11,6 triliun. Pertumbuhan ini akan ditopang dari pertumbuhan organik pada segmen ritel farmasi, laboratorium klinik, distribusi dan pengembangan produk, serta didukung dengan adanya operational excellence dan transformasi sumber daya manusia,” terang Direksi Kimia Farma.
Pengembangan produk Kimia Farma fokus pada produk non-farma seperti produk Vitamin, Mineral, Suplemen (VMS), obat OTC, dan kosmetik. Untuk mempercepat pengembangan tersebut dibutuhkan aliansi dengan strategic partnership.
Sedangkan belanja modal (capital expenditure) atau capex Kimia Farma Grup pada tahun 2023 senilai Rp 1,2 triliun untuk manufaktur, ritel farmasi, distribusi, laboratorium klinik serta pengembangan produk.
“Sampai dengan Maret 2023 telah digunakan Rp 78 miliar yang penggunaan paling besar untuk tanah dan bangunan, mesin, serta kendaraan dan inventaris. Capex tersebut juga dipersiapkan untuk rebranding dan ekspansi dari outlet ritel. Sumber pendanaan capex berasal dari pendanaan internal,” tutur Direksi Kimia Farma.
