Kinerja Belanja Modal dan Operasional Cipta Kridatama Terus Meningkat
·waktu baca 3 menit

Kinerja perusahaan tambang PT Cipta Kridatama terus meningkat. Hal itu ditunjukkan anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) tersebut, setidaknya dalam hal realisasi belanja modal dan operasional.
Perusahaan yang bergerak pada jasa pertambangan tersebut mencatatkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) dalam lima tahun terakhir sekitar USD 500 juta. Sementara itu, overburden removal (OB) yang diperoleh terus mengalami peningkatan.
Di banyak industri pertambangan dengan area tambang terbuka, bahan tambang hanya dapat diekstraksi setelah menghilangkan lapisan tanah, batu, dll. Kegiatan penggalian lapisan tersebut dikenal sebagai overburden removal (OB).
Jika tahun ini capaian OB berkisar 250 juta bank cubic meter (BCM), maka pada 2024 perusahaan menargetkan OB sekitar 300 juta BCM. BCM merujuk pada volume bahan atau material yang ditemukan di tempat sumber atau lokasi penambangan.
Istilah BCM biasanya digunakan dalam pertambangan, seperti tambang batubara atau mineral lainnya, untuk mengukur volume batu bara atau bijih yang ditambang.
Direktur Utama Cipta Kridatama, Feriwan Sinatra, menjelaskan capaian tersebut merupakan buah dari inovasi di berbagai bidang yang dilakukan perusahaan di sektor tambang.
“Capaian yang diraih CK saat ini, tak lepas dari SDM kami yang unggul dan berkualitas. Hal ini karena CK fokus pada empat aspek, yakni safety, technology, continuous improvement, serta people. Selain itu, perusahaan fokus pada kontrak life of mine dan customer kelas satu,” ujarnya dalam pertemuan dengan media di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2023).
Cipta Kridatama yang beroperasi di bidang jasa pertambangan terintegrasi, disebut gencar meningkatkan safety performance melalui sistem kampanye yang masif dan audit yang memadai. Termasuk peningkatan kompetensi bagi divisi Occupational Health and Safety Officer (OHS).
Sedangkan dari sisi teknologi, CK sukses mengembangkan fatigue camera yang berfungsi untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh fatigue hingga 80 persen. Perusahaan pun menerapkan auto braking system yang bertujuan untuk menghindari kecelakaan saat pengoperasian alat berat, sehingga membantu menjaga keselamatan karyawan.
“Perlu kami tegaskan bahwa 2024 akan menjadi tahun safety. Untuk itu, CK senantiasa mengelola unit bisnisnya dengan memprioritaskan keamanan dan ini dimulai dengan menanamkan safety values ke dalam bisnis kami. Kemudian terkait implementasinya, didorong dengan memotivasi talenta kami yang performanya terus ditingkatkan,” tambah Feriwan.
Kesungguhan CK dalam mengembangkan bisnis tak berhenti sampai di situ saja. Dalam mendukung operasional yang unggul, perusahaan telah mengimplementasikan fleet management system, sistem pencatatan bahan bakar, serta asset management tool.
Keberhasilan CK dalam menyematkan teknologi unggul berdampak pada penggunaan bahan bakar yang lebih efisien. Alhasil, perusahaan mampu mengoperasikan bisnis dengan rendah emisi dan berkontribusi terhadap energi baru terbarukan.
Perusahaan yang berdiri pada 1997 ini pun ikut berkomitmen dalam mematuhi kebijakan pemerintah untuk menggunakan biosolar yang ramah lingkungan. Perusahaan secara aktif menggunakan B35 guna meningkatkan penyediaan energi bersih secara berkelanjutan dan produktivitas pun cukup meningkat.
“Perusahaan melakukan berbagai improvement pada alat berat agar tetap beroperasi ramah lingkungan namun memenuhi kebutuhan customer dengan biaya yang efektif dan efisien,” tutup Feriwan.
