Kinerja Bukalapak Kembali Terjun Bebas, Miliaran Lembar Saham Nyangkut

13 Agustus 2021 9:43
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
zoom-in-whitePerbesar
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
ADVERTISEMENT
Harga saham emiten startup e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terjun bebas hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Kamis (12/8). Sampai akhir perdagangan sesi 2, saham BUKA juga masih ARB, ambles 6,76 persen ke Rp 965 per saham.
ADVERTISEMENT
Sepanjang perdagangan, saham BUKA ditransaksikan sebanyak 74.056 kali, dengan volume saham yang beredar sebanyak 2,69 miliar unit. Adapun nilai transaksi tercatat mencapai Rp 2,6 triliun. Kapitalisasi pasarnya turun ke bawah Rp 100 triliun, tepatnya di Rp 99,45 triliun.
Pada perdagangan sebelumnya, tepatnya pada Selasa (10/8) BUKA juga mengalami ARB dengan minus 6,76 persen di Rp 1.035 per saham. Padahal sebelum mengalami tren ARB, saham BUKA sempat mencicipi dua kali auto reject atas (ARA).
Pertama saat melantai di bursa pada Jumat lalu (6/8) dari harga saham BUKA melesat 24,71 persen ke level Rp 1.060 per saham. Kemudian pada perdagangan Senin, saham BUKA juga sempat melesat 25 persen ke level Rp 1.325 per saham. Namun pada akhir perdagangan Senin, saham BUKA akhirnya ditutup hanya naik 4,72 persen di Rp 1.110 per saham.
ADVERTISEMENT
Banyak investor ritel yang telanjur mengoleksi saham BUKA di atas harga IPO Rp 850 per saham. Mereka baru membeli saat harga saham BUKA mulai merangkak ke harga Rp 1.000 per saham. Sayangnya dalam dua hari perdagangan terakhir, harga saham BUKA justru terjun bebas. Belum sempat meraup cuan, saham milik para investor ritel justru nyangkut, lantaran harga saham BUKA terus menurun.
Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.286.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham. Jumlah saham penawaran umum tersebut setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan harga perdana Rp 850 per saham.
Dengan demikian total dana yang diraup mencapai Rp 21,9 triliun. Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66 persen sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.
ADVERTISEMENT
Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15 persen dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1 persen kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1 persen dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).