Kumparan Logo

Kinerja Perusahaan Tumbuh Signifikan, PTBA Berencana Buyback Saham

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Foto: Dok. Bukit Asam
zoom-in-whitePerbesar
Gedung PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Foto: Dok. Bukit Asam

Di tengah dinamika dan fluktuasi pasar saham domestik maupun global, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menyampaikan bahwa manajemen perseroan saat ini tengah mengkaji berbagai langkah dan strategi korporasi yang optimal, termasuk potensi opsi pembelian kembali saham (share buyback).

Kajian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perseroan dalam menjaga stabilitas nilai perusahaan serta memberikan perlindungan dan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham (shareholders) dan pemangku kepentingan (stakeholders).

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan bahwa perseroan senantiasa mencermati perkembangan kondisi makroekonomi, tren industri energi, serta dinamika pasar modal secara saksama.

"Kami memahami pentingnya merespons dinamika pasar secara bijak. Saat ini, manajemen PTBA tengah melakukan kajian mendalam atas berbagai opsi strategis, termasuk potensi buyback saham, untuk memastikan setiap keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan pada prinsip kehati-hatian yang terukur, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kerangka regulasi yang berlaku," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Langkah strategis ini ditopang oleh capaian fundamental perseroan yang sangat solid. Di tengah tantangan dan dinamika industri energi global, PTBA berhasil membukukan kinerja keuangan yang melonjak tajam sepanjang paruh pertama tahun ini.

Aktivitas pengolahan batu bara yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Foto: Dok. Bukit Asam

Pada Semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun, meningkat 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih perseroan mencapai Rp 2,65 triliun, tumbuh signifikan sebesar 218% yoy. Hasil kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan total volume penjualan mencapai 21,10 juta ton. Porsi penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton atau meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kegiatan muat batu bara ke kapal tanker. Foto: Dok. Bukit Asam

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan energi pasar domestik demi menjaga ketahanan energi nasional tetap menjadi prioritas utama dengan realisasi penjualan sebesar 10,77 juta ton atau menyerap sekitar 51% dari total penjualan Perseroan hingga periode semester I 2026.

Manajemen menegaskan bahwa setiap pertimbangan yang diambil akan memperhatikan aspek likuiditas, kebutuhan modal kerja, serta pemenuhan rencana pengembangan bisnis jangka panjang Perseroan. Fokus utama PTBA tetap pada menjaga kinerja operasional yang solid, efisiensi biaya, serta keberlanjutan agenda transformasi dan terwujudnya kedaulatan sektor energi nasional.

Apabila dari hasil kajian mendalam tersebut manajemen memutuskan untuk mengeksekusi rencana buyback saham atau tindakan korporasi strategis lainnya, PTBA akan segera menyampaikan keterbukaan informasi (information disclosure) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," tutup Eko.