Kini Buka Rekening Saham Cukup Pakai Selfie

Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin serius untuk mengembangkan sistem digital. Salah satu yang tengah disipakan adalah sistem pendaftaran investor baru pasar modal secara daring atau online. Artinya pembukaan rekening efek atau saham ke depannya tidak akan lagi berbelit-belit.
Selama ini, proses pembuatan rekening efek yang memakan waktu lama menyulitkan pasar modal Indonesia untuk mempercepat penambahan investor baru.
Direktur Teknologi lnformasi dan Manajemen Risiko BEI Fithri Hadi mengatakan, nantinya rekening efek akan dibuat menjadi lebih sederhana. Calon investor tidak lagi harus mengisi dokumen fisik, melainkan melalui swafoto alias selfie dan foto KTP.
“Iya simplifikasi, bisa online, bisa pakai mobile. Dengan selfie, self recognition, pakai KTP, kemudian tanda tangan digital. Sekarang masih piloting dulu, OJK mau lihat dulu. Kebetulan OJK sudah ada draf aturannya. Kalau udah final, kita akan dorong semuanya masuk ke situ,” ungkap Fithri di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (24/1).
Selama ini, proses pembukaan rekening efek antara satu daerah dengan daerah lain masih bervariasi. Di daerah tertentu bahkan bisa mencapai 14 hari. Hal ini disebabkan karena proses pembukaan rekening mensyaratkan pengisian dokumen secara fisik melalui tatap muka.

Bila tidak datang ke kantor sekuritas, calon investor harus mengunduh formulir pendaftaran melalui website sekuritas, mencetaknya sendiri, mengisinya dengan informasi yang diminta, mengirimnya ke alamat sekuritas, melakukan video call sebagai bukti tatap muka, dan menunggu proses pendaftaran di sekuritas.
Rangkaian proses ini pun menyulitkan sekuritas untuk bisa menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sejatinya ingin berinvestasi.
Untuk itulah, pasar modal kini sedang merintis mekanisme baru pembukaan rekening yang lebih sederhana dengan sepenuhnya digital.
Untuk masuk ke ranah digital tersebut menurut Fithri, pihaknya kini juga tengah menyiapkan sistem cloud. Ini nantinya juga akan mempermudah setiap anggota bursa yaitu sekuritas. Sebab mereka tak perlu melakukan investasi khusus untuk menyediakan cloud. Para AB bisa menyewa kepada cloud yang disediakan oleh bursa.
Rencananya, rekening efek secara online ini bakal mulai diimplementasikan pada kuartal II tahun ini. “Q2 tahun ini, mudah-mudahan,” tandasnya.
