Kumparan Logo

Kisah AgenBRILink di Karawang, Sukses Bantu Ekonomi Warga Sekitar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kios AgenBRILink milik Caryati. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Kios AgenBRILink milik Caryati. Foto: Dok. BRI

Kios pupuk milik Caryati di Dusun Sukajaya, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, nyaris tidak pernah sepi pembeli. Setiap hari, pelanggan silih berganti berdatangan untuk membeli pupuk dan kebutuhan tani lainnya.

Tak hanya menjual pupuk untuk kebutuhan pertanian, kios Caryati juga menjadi AgenBRILink yang melayani kebutuhan perbankan warga sekitar.

"Awalnya, dulu suami saya kan suka nyari pupuk untuk kebutuhan pertanian kami, tapi pupuk itu susah, ya. Terus, tanya-tanya soal pestisida juga. Waktu itu kami sempat bingung, ini pupuk benar-benar langka atau gimana? Akhirnya, sekitar tahun 2011, kami buka kios pupuk. Jadi, kios ini dibangun untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan untuk dijual ke masyarakat sekitar," tuturnya.

Kemudian, pada tahun 2022, Caryati mendapatkan tawaran menjadi agen mitra ultra mikro (UMi) BRILink oleh salah satu mantri BRI di daerahnya.

Agen mitra UMi adalah agen yang fokus menyalurkan pinjaman ultra mikro untuk masyarakat. Caryati melihat kesempatan ini bisa menjadi peluang yang tepat untuk mengembangkan usahanya.

“Saya pikir, waktu itu ada beberapa petani yang belanja ke kios saya dan mengeluh kurang modal. Di pertengahan tanam, kurang 3 bulan panen, mereka kurang modal. Kadang-kadang, si penggarap kurang modal. Akhirnya, saya tertarik untuk mencoba karena ini bisa jadi peluang untuk membantu mereka,” jelasnya.

Setelah resmi menjadi mitra UMi BRILink, Caryati mencari nasabah dengan menawarkan ke orang-orang terdekat, salah satunya adalah saudaranya yang menjadi pemilik lahan.

Caryati pun menjelaskan detail tentang tata cara meminjam, nominal, skema, hingga tenor pinjaman. Setelah itu, ada beberapa calon nasabah yang datang untuk mendapatkan pinjaman.

Selain itu, ia juga menawarkan pinjaman ke beberapa petani yang sering belanja pupuk di kiosnya.

“Akhirnya, dari mereka yang pernah meminjam ke saya, itu semakin berkembang dari mulut ke mulut. Jadi, setiap ada yang butuh tambahan uang, saya coba kasih solusi pinjaman UMi ini karena memang bunganya rendah, cepat cair, dan tidak memberatkan masyarakat,” ungkapnya.

Kios AgenBRILink milik Caryati. Foto: Dok. BRI

Secara tak terduga, bisnis Caryati pun berkembang seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenalnya sebagai mitra UMi. Kebutuhan masyarakat tak hanya modal usaha tani, tapi banyak juga yang membutuhkan pinjaman untuk kebutuhan rumah tangga.

“Saya jelaskan kalau saya nggak jualan barang, tapi mereka bisa mengajukan pinjaman UMi ke BRI, nanti bayarnya ke saya bisa dicicil mingguan atau bulanan. Jadi, akhirnya usaha saya juga berkembang memberikan pinjaman untuk kredit kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.

Selama aktif sebagai mitra UMi BRILink, Caryati sudah menyalurkan pinjaman ke lebih dari 90 nasabah. Nominal pinjaman yang disalurkan ke nasabah disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan mereka membayar.

Bagi Caryati, menjadi mitra UMi BRILink begitu besar bagi usaha dan pendapatannya. Ia juga sangat berterima kasih kepada BRI proses menjadi UMi BRILink yang dipermudah.

“Buat calon agen UMi, jangan takut untuk mengawali usaha bergabung dengan BRI karena nantinya kita bisa mendapatkan peluang bisnis baru, pendapatan baru. Jadi, jangan ragu untuk mengambil kesempatan baru,” pungkasnya.

Hadirkan program AgenBRILink membuka kesempatan untuk masyarakat Indonesia bisa berwirausaha. Program ini pun mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Microfinance Outlook 2024 yang diselenggarakan pada Kamis (7/3).

Melihat jumlah AgenBRILink yang telah mencapai 740 ribu, membuat program ini bisa mengambil alih peran rentenir untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan, volume transaksi di AgenBRILink telah mencapai Rp 1.400 triliun pada tahun 2023.

"Pasti merasa bahwa orang itu sekarang transaksinya digital, tapi sebenarnya transaksi melalui digital payment berupa kombinasi antara digital dan manual yang kita sebut hybrid bank itu ada di AgenBRILink,” katanya.