Kumparan Logo

Kisah Mentan yang Mau Jadi Menteri meski Sudah Kaya

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
embed from external kumparan

Jajaran Kabinet Kerja besutan Presiden Joko Widodo diketahui berasal dari berbagai kalangan. Tak sedikit dari para menteri ini memiliki profesi sebagai pengusaha sukses dengan penghasilan tentunya lebih tinggi dari gaji menteri.

Salah satunya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran disebut-sebut sebagai menteri terkaya di kabinet Jokowi. Kekayaannya pada 2014 tercatat sebesar Rp 330 miliar. Ketika ditanya alasan masih ingin menjadi menteri, Amran mengatakan amanah sebagai menteri merupakan takdir hidupnya.

“Pertama takdir yang membawa kami ke sini. Kami bukan siapa-siapa. Yang kedua karena takdir membawa kami jadi menteri, Insyaallah amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden kami jaga sebaik-baiknya,” ujar Amran kepada kumparan, Sabtu (26/1).

Menurut Amran, dirinya paling anti dengan kolusi alias titip-titip nama. Tidak ada niatnya sedikitpun bakal menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Buat Amran, amanahnya saat ini adalah untuk menyejahterakan rakyat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

“Kami selalu katakan menteri pertanian enggak punya saudara, enggak punya titipan. Kami hanya kerja untuk rakyat, untuk bangsa dan umat,” tandasnya.

Dilansir dari laman acch.kpk.go.id, Amran berada di tingkat teratas orang terkaya dalam jajaran Kabinet Kerja. Amran memiliki kekayaan sebesar Rp 330.800.543.325 dan USD 4.342. Angka tersebut terdiri dari Harta Tak Bergerak berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 5.574.197.000.

Tak hanya itu, Amran juga tercatat memiliki tiga mobil mewah berupa Hummer, Toyota Fortuner, dan Toyota Camry serta sebuah Toyota Innova yang jumlahnya mencapai Rp 2.620.320.000. Angka tersebut belum termasuk Surat Berharga, senilai Rp 136.573.386.994.

Amran merupakan pengusaha sekaligus pendiri Tirani Group yang memiliki banyak unit usaha, khususnya di bidang pertanian dan pertambangan, di antaranya tambang nikel, emas, perkebunan sawit, SPBU, distributor semen, hingga pestisida.