Kumparan Logo

Kisah Pencari Kerja di Job Fair 2025: Ada Korban PHK sampai Diantar Orang Tua

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon pelamar kerja memadati ruangan job fair di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (22/5/2025).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon pelamar kerja memadati ruangan job fair di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Di tengah ribuan pengunjung Job Fair 2025 yang digelar di halaman Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), terselip kisah-kisah perjuangan dari mereka yang datang dengan harapan mengubah nasib.

Salah satunya adalah Irwan (42 tahun). Pria yang dulunya bekerja sebagai teknisi dan kini mencoba peruntungannya di antara deretan stan perusahaan.

Irwan baru saja kehilangan pekerjaannya tahun lalu akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari salah satu perusahaan ritel di Jakarta.

“Ini baru berhenti kerja (di 2024). Saya dulu pernah kerja di bagian teknisi, sudah hampir 13 tahun. Ini saya dapet info (Job Fair 2025) dari temen saya,” ucap Irwan kepada kumparan, Jakarta Pusat, Kamis (22/5).

Selama setahun terakhir setelah diberhentikan, Irwan bertahan hidup dari pekerjaan lepas atau freelance, mengandalkan bantuan teman dan proyek-proyek kecil sebagai teknisi bangunan. Ia menyebutkan keahliannya di bidang pemeliharaan gedung dan mesin pengemasan.

Calon pelamar kerja memadati ruangan job fair di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia merupakan lulusan SMK, sempat mengikuti kuliah S1 selama setahun, tetapi memutuskan berhenti ketika mendapat tawaran pekerjaan dari seorang teman. “Cuma di tengah jalan (saat sedang kuliah) itu, ada teman nawarin (pekerjaan). Halah, coba deh. Ternyata nyaman saya, sampai 13 tahun (bekerja) lho,” ceritanya.

Meskipun belum berkeluarga, Irwan menyatakan bahwa dirinya membutuhkan pemasukan tetap sesegera mungkin karena masih harus menafkahi orang tuanya.

“(Dari hasil freelance) sebenarnya kurang, tapi mau gak mau gimana, saya tetap harus dapet pemasukan. Semoga aja (pekerjaan) ada yang nyantol di sini,” tutur Irwan.

Tak jauh dari Irwan, terdapat Diana (66), yang sedang mengantar anak laki-lakinya yang juga baru diberhentikan dari pekerjaannya sebulan lalu.

“Anak saya baru berhenti (di PHK) sebulan lalu. Dia kerja di perusahaan itu lho kayak seafood, daging beku gitu. Tuh dia lagi cari kerja di dalem,” ucap Diana.

Katanya, perusahaan tempat anaknya bekerja memang sedang melakukan PHK massal, dan anaknya termasuk yang terdampak. “Bahkan manajernya aja juga kena,” ungkapnya.

Diana juga bercerita anaknya sempat diterima di salah satu perusahaan di bidang kesehatan yang berada di Jakarta, tetapi ia tidak mengizinkan anaknya menerima pekerjaan tersebut karena beberapa hal yang menurutnya kurang etis. “Masa ijazah disuruh ditahan, terus gajinya di bawah UMR. Ya saya gak ikhlas,” tutur Diana.

Calon pelamar kerja memadati ruangan job fair di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia menyatakan bahwa anaknya bukan pertama kali mengikuti pameran lowongan pekerjaan seperti ini. Sebelumnya sudah mengunjungi Job Fair di GOR Ciracas, tetapi belum menemukan yang cocok. “Tapi saya tetap tenang, soalnya rezeki gak ke mana,” pungkas Diana.

Ada pula Adriansyah (19 tahun), siswa SMK Jurusan Pemasaran yang mengunjungi Job Fair ini karena dirinya akan lulus sekitar sebulan lagi.

“Lulus nanti di bulan Juni, soalnya ijazah baru turun di bulan Juni. Udah mulai nyari kerja dari kemarin sih, waktu itu ada Job Fair juga di GOR Ciracas,” ucap Adriansyah.

Ia mengungkapkan keinginannya untuk segera memperoleh pekerjaan, mengingat situasi ekonomi yang sedang sulit. Menurutnya, Job Fair ini sangat bermanfaat untuk menemukan peluang kerja yang sesuai dengan bidang pendidikan yang telah tempuh.

instagram embed

“Aku berharap untuk bisa ke depannya mendapatkan pekerjaan lebih baik juga. Untuk pemerintah harapannya juga agar banyakin (lapangan) pekerjaan di tahun ini ya, soalnya banyak sekali angka pengangguran di tahun ini,” jelas Adriansyah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan hari pertama pelaksanaan Job Fair 2025, tercatat sebanyak 2.881 pencari kerja mendaftar secara langsung di lokasi. Sementara 4.200 lainnya mengikuti melalui jalur online.

Tak hanya pameran lowongan kerja, suasana di kantor Kemnaker juga diramaikan dengan sesi walk-in interview langsung di tempat dan layanan konseling karier. Semua itu, menurut Yassierli, dirancang agar para pencari kerja tak hanya mendapat peluang, tapi juga bekal pengetahuan untuk menapaki dunia kerja.