Kumparan Logo

KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster hingga Ikan, Nilainya Rp 210 Miliar

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas merapikan barang bukti benih lobster. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas merapikan barang bukti benih lobster. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Upaya penyelundupan benih lobster untuk diekspor masih terus terjadi. Padahal keran ekspor benur ini sudah diputuskan untuk kembali ditutup oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Menteri Sakti Wahyu Trenggono.

Maraknya praktik ekspor ilegal itu tampak dari banyaknya percobaan penyelundupan yang berhasil digagalkan. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina, mengatakan setidaknya ada 35 kasus penyelundupan yang sudah digagalkan sejauh ini.

"KKP berkomitmen tidak lagi mengekspor benih lobster. Sampai saat ini dari 23 Desember 2020 sampai 14 April 2021 pukul 10.00 WIB, sudah ada 35 kasus dengan nilai SDI mencapai Rp 210 miliar lebih nilai produk tersebut," ujar Rina dalam virtual conference KKP, Kamis (15/4).

Rina merinci, dari jumlah kasus tersebut, upaya penyelundupan paling banyak terjadi di Provinsi Jambi dengan total 8 kasus. Disusul kemudian Mataram, Makassar, Cirebon, Jakarta hingga Tanjung Pinang dengan kisaran antara 1 sampai 3 kasus.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, menynjukkan lobster di Lombok. Foto: Dok. KKP

Adapun dari sisi komoditas, benih lobster atau benur menjadi yang paling banyak diselundupkan. Selain itu, ada juga upaya penyelundupan ikan arwana, kepiting, hingga lobster bertelur.

Jumlah kasus penyelundupan benur yakni sebanyak 18 kasus. Dengan jumlah benih yang diselundupkan ini sebanyak 1,3 juta ekor.

Nilai benih lobster yang diselundupkan tersebut setara dengan Rp 209,7 miliar. Sisanya ikan hidup setara Rp 10,6 juta, karang hias setara Rp 65,4 juta, lobster bertelur Rp 11,8 juta, arwana Rp 22,9 juta, hingga kepiting under size setara Rp 230 ribu.

"Terakhir yang kemarin di Cengkareng yang dibungkus dengan kangkung, modus baru itu. Dari 72 boks yang akan dikirim, ternyata 30 boks berisi BL," pungkasnya.