KKP Ingatkan Nelayan Merauke Tak Gunakan Bom Ikan

Sektor perikanan Indonesia memang masih menyimpan banyak masalah. Mulai dari penggunaan alat tangkap ikan tak ramah lingkungan yang bisa merusak ekosistem laut hingga kapasitas SDM nelayan Indonesia yang belum memadai.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Bimbingan Teknis Penangkapan Ikan untuk Nelayan Kabupaten Merauke. Acara ini dihelat di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/7).
“Acara kali ini merupakan bimbingan teknis nelayan angkatan kedua. Sebelumnya, telah dilakukan juga kegiatan serupa pada 21 hingga 26 Mei dengan diikuti sebanyak 30 nelayan. Kami berharap bimbingan teknis ini menjadi wujud nyata keberpihakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membangun dan memberdayakan nelayan lokal, khususnya nelayan dari Merauke,” kata Dirjen Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI), Semarang, Jawa Tengah.

Dalam bimbingan teknis ini, para nelayan dibekali teknik-teknik penangkapan ikan yang baik dan tentu saja ramah lingkungan. Para nelayan tadi juga dikenalkan lebih mendalam soal kapal perikanan, alat penangkapan ikan, permesinan kapal perikanan, hingga praktik penangkapan ikan di laut lepas.
Selain itu, mereka juga akan dibekali beberapa ilmu lainnya seperti pengelolaan sumber daya ikan berkelanjutan, fungsi dan peran pelabuhan perikanan, tata cara mendirikan koperasi, tata cara memperoleh akses permodalan, hingga perizinan,
“Setelah kapal asing kita usir dari Indonesia, kita ingin nelayan lokal itu tahu bahwa ikan itu berbatas, bisa habis. Sehingga dalam bimbingan teknis kali ini diharapkan bisa mengajarkan kepada nelayan lokal dengan tidak menggunakan alat-alat yang tidak ramah lingkungan, seperti bom. Itu beberapa daerah ada yang ingin praktis saja,” tuturnya.

Sementara itu Perwakilan Dinas Kabupaten Merauke Martha mengatakan agar dalam pelatihan kali ini lebih ditekankan pada beberapa aspek, yaitu bongkar pasang mesin kapal, bongkar kapal kayu dan fiber, menambal kapal fiber, dan keselamatan berlayar saat penangkapan ikan.
“Berkaca dari pelatihan yang pertama kemarin, kami ingin agar bimbingan teknis kali ini diperbanyak soal praktik,” tutupnya.
Sebanyak 100 nelayan dari total 10 distrik yang ada di Kabupaten Merauke mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan ini rencananya akan selesai pada Agustus 2018. Terbagi dalam angkatan I pada 21-26 Mei sebanyak 30 peserta dan 2 pendamping, selanjutnya angkatan II pada 2-7 Juli sebanyak 30 peserta dan 2 pendamping, selanjutnya angkatan III 23-28 Juli sebanyak 20 peserta dan 2 pendamping, terakhir angkatan IV pada 6-11 Agustus sebanyak 20 peserta dan 2 pendamping.
