KKP Mau Maksimalkan Potensi Ekonomi Benih Lobster, Penyelundupan Tantangannya

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memperketat pengawasan benih lobster melalui penguatan Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL).
Trenggono mengatakan benih bening lobster (BBL) merupakan salah satu potensi kekayaan alam Indonesia yang besar dan belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.
“Besarnya potensi BBL belum menjadikan Indonesia unggul dalam industri pembudidayaan lokal,” ungkap Trenggono dalam acara kick off Satgas P2BBL di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (12/10).
Trenggono telah mencoba memaksimalkan pengembangan BBL di beberapa tempat seperti Batam dan Nusa Tenggara Barat. Namun, ada persoalan penyelundupan BBL yang disebut mencapai 500 benih setiap tahunnya.
Trenggono menyebut benih yang diselundupkan jika diakumulasikan menimbulkan kerugian pada negara mencapai miliaran rupiah.
“Kebutuhan akan BBL oleh negara tetangga kita yang sangat besar, itu yang menyebabkan masyarakat kita dengan mudahnya menjual benih bening lobster,” ungkap Trenggono.
Menurutnya, pengelolaan BBL yang lebih baik dapat membuka peluang bagi negara untuk memperoleh pemasukan dari potensi tersebut.
Trenggono berharap Satgas P2BBL dapat bertindak sebagai langkah strategis, sekaligus instrumen untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan pemahaman antarpihak terkait.
