Kumparan Logo

KKP Revitalisasi 14.000 Hektare Tambak Pantura, Bakal Dipagari Mangrove

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambak ikan di Pantura. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambak ikan di Pantura. Foto: Shutterstock

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan luas mencapai 14.000 hektare.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan mengatakan penataan kawasan tambak Pantura jadi bagian dari upaya KKP menghadapi kondisi pesisir yang semakin terendam.

"Masih ada program lain yaitu melaksanakan kegiatan pembangunan revitalisasi tambak Pantura sebesar 14 ribu hektare,” jelas Didit dalam acara Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026-2045, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (21/9).

Program revitalisasi itu, kata dia juga mencakup penataan kembali garis pantai di kawasan Pantura dengan memanfaatkan mangrove.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan dalam acara Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026-2045, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

“Ini salah satu di antaranya juga menata kembali pinggir pantainya dengan menggunakan mangrove,” ujar Didit.

Menurutnya, keberadaan mangrove di Pantura diharapkan bisa memberikan perlindungan bagi habitat ikan dan ekosistem baru.

Didit mencontohkan kondisi sejumlah wilayah di Pantura Jawa yang kini telah terendam air laut. Bahkan, ada lahan yang telah memiliki sertifikat sejak tahun 1970-an, tetapi saat ini lokasinya sudah berada di tengah laut.

"Jangan heran ya, ada sudah di Pantura Jawa yang tanahnya sudah bersertifikat tahun 70, 75, 73, tapi tanahnya sudah di tengah laut. Dan itu terjadi di Pantura Jawa,” tuturnya.