Kumparan Logo

KKP: Teknologi RAS Pacu Produksi Perikanan Budidaya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan perikanan budidaya air tawar dan di pesisir menjadi salah satu andalan produksi perikanan nasional. Foto: Dok. KKP
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan perikanan budidaya air tawar dan di pesisir menjadi salah satu andalan produksi perikanan nasional. Foto: Dok. KKP

Teknologi Resirculating Aquaculture System (RAS) mampu menaikan produktivitas budidaya secara signifikan. Dengan teknologi ini memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus, sehingga mengurangi jumlah penggunaan air, kemudian dapat mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan serta meningkatkan tingkat kelulushidupan ikan budidaya.

Prinsip dasar RAS yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menjelaskan, keunggulan sistem RAS dibandingkan sistem konvensional, yakni sistem ini mampu menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi, di mana padat tebar mampu digenjot hingga 100 kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto saat acara Sustainable Aquaculture Seminar 2019 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (21/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kelebihan lainnya, menurut Slamet, budidaya dengan sistem ini sangat menghemat penggunaan air dan dapat dilakukan pada areal terbatas. Selain itu, penggunaan teknologi RAS akan memberikan jalan keluar atas tantangan perikanan budidaya seperti perubahan iklim dan kualitas lingkungan.

“Teknologi RAS adalah jawaban teknologi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pembenihan ikan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan lahan, di samping itu menciptakan usaha yang minim dampak negatif terhadap ekologi,” tutur Slamet.

Lanjutnya, teknologi ini dapat diterapkan pada proses pembenihan hingga pembesaran untuk berbagai jenis komoditas baik tawar, payau maupun laut, sehingga nantinya dapat menjadi solusi meningkatkan produksi budidaya di Indonesia.

“Budidaya dengan teknologi ini relatif aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan. Selain itu, juga mudah dalam pemeliharaan dan stabilitas kualitas air lebih terjaga serta penggunaan air lebih hemat,” tambahnya.

RAS harus terus dikembangkan untuk berbagai komoditas budidaya karena dapat mengendalikan hama dan penyakit, meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta meningkatkan produktivitas sistem budidaya, sehingga pendapatan juga akan meningkat tajam.

Artikel ini merupakan kerja sama kumparan dengan Direktoral Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Kerikanan (KKP).