Kumparan Logo

Klaim Pertamina: Tumpahan Minyak di Karawang Sisa 10 Persen

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

PT Pertamina (Persero) mengklaim volume tumpahan minyak (oil spill) dan gelembung gas di Karawang, Jawa Barat, tinggal tersisa 10 persen. Angka itu, merujuk pada volume tumpahan per hari yaitu 3.000 barel (bph) yang terjadi secara konstan sejak 12 Juli 2019.

"Hari ini sudah semakin kecil, hanya sekitar 10 persennya saja," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Kamis (1/8).

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, menyampaikan bahwa pihaknya terus menggencarkan penanganan tumpahan minyak. Di antaranya, menggunakan skimmer atau penyedot hingga tujuh lapis proteksi.

"Tujuh lapis yang di-deploy, semua bentuknya oil boom untuk menahan dan mengejar oil spill. Kita juga ada helix skimmer dan giant octopus skimmer untuk ambil minyaknya," ia menerangkan.

embed from external kumparan

Dharmawan menjelaskan perihal tujuh lapis proteksi itu, yakni terdiri dari lapis pertama yang mengelilingi anjungan sumur YY yang menjadi sumber tumpahan minyak. Kemudian, lapis kedua dan ketiga sebagai proteksi ganda agar tumpahan minyak tak melebar.

Pada lapis keempat digunakan untuk melindungi anjungan di sebelahnya yang terkena tumpahan minyak.

"Layer lima ada di daerah sekitar Tanjung Sedari, di mana kita memastikan agar oil spill dapat ditangkap yang telah jauh berlayar. Layer enam dipasang di sekitar Tanjung Bekasi," lanjutnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meyampaiakan keterangan pers tentang penanganan tumpahan minyak (Oil Spill) di perairan Karawang. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sementara, lapis terakhir menunjukkan cara kerja pantauan udara dan oil boom yang memiliki mobilitas tinggi. Gunanya untuk menangkap minyak yang terlanjur mengalir.

"Layer tujuh berupa aerial surveillance, pantauan udara di beberapa wilayah pesisir utara, kalau ada minyak yang menyebar kita akan ambil," ujar dia.

Dalam menangani itu, Pertamina melibatkan berbagai pihak, salah satunya Boot & Coots. Perusahaan asal Amerika Serikat berpengalaman mengatasi tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

"Komunitas migas dari Chevron dan lain-lain yang telah memberikan bantuan. Banyak sekali kami melakukannya bersama-sama, bisa memobilisasi (penanganan) sedemikian banyak," pungkasnya.