Klaster Usaha Perempuan Binaan BRI Sulap Batok Kelapa Jadi Kerajinan Tangan
·waktu baca 3 menit

Salah satu klaster usaha binaan BRI, Sinar Mulia Abadi, memiliki visi mendorong peranan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, sekaligus membantu mensejahterakan masyarakat.
Dibentuk sejak tahun 2008, kelompok usaha perempuan tersebut telah berhasil memberdayakan 26 perempuan di Banjar Dinas Waliang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Ketua Sinar Mulia Abadi, A.A Ayu Mahesarani Karang mengatakan, kelompok usaha ini dibentuk dengan latar belakang kondisi ekonomi warga di sekitar kampungnya yang memprihatinkan.
Dengan niat memperbaiki kondisi tersebut, Rani pun mengumpulkan para perempuan di kampungnya dan memberdayakan mereka untuk ikut serta dalam berkarya.
Menariknya lagi, Sinar Mulia Abadi berkarya dengan memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai produk utamanya. Sebelumnya, limbah batok kelapa di kampung Rani tidak diolah kembali dan langsung dijual ke Pulau Jawa dengan harga yang sangat murah. Alhasil, keuntungan yang didapatkan para warga pun sangat sedikit.
Menyadari keadaan ini, Rani kemudian mencari cara agar nilai jual limbah batok kelapa tersebut bisa meningkat dan memberikan keuntungan.
“Untuk meningkatkan nilai jual dari limbah batok kelapa, kami berinisiatif untuk mengolahnya kembali menjadi sebuah kerajinan tangan, misalnya tempat tisu, tempat permen, keranjang buah, atau tempat sesajen upacara," ujar Rani.
"Selain itu, produk-produk yang dihasilkan tersebut juga dapat menyesuaikan permintaan dari para konsumen. Jadi, apa yang para pembeli mau, nanti kami buatkan,” tambahnya.
Di sisi lain, sebagian besar karya yang dibuat oleh Sinar Mulia Abadi dijual dengan sistem reseller. Namun, tak sedikit pula dari para anggotanya yang menjual secara langsung dari satu tempat ke yang lainnya.
“Untuk pemasaran, sampai saat ini masih berpusat di Pulau Bali saja. Tapi, kami juga pernah mendapatkan pesanan hingga ke Pulau Jawa dan Sulawesi,” ucap Rani.
Kepedulian dan dukungan BRI untuk perempuan
Pada mulanya, Rani dan kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi sempat mengalami kendala untuk memenuhi kebutuhan dana dan proses pemasaran.
Namun, Rani dan anggota lain Sinar Mulia Abadi berhasil melewati kendala tersebut dengan bantuan yang diberikan oleh BRI Peduli.
“Kami mendapatkan bantuan dana senilai Rp 70 juta dan beberapa alat penyokong, seperti 8 etalase, gunting rotan, jarum, benang, gerinda, serta pelatihan dari BRI Peduli. Untuk pelatihannya sendiri, kami diajarkan mengenai cara mengkreasikan batok kelapa agar hasilnya bisa lebih beragam dan diterima di pasar yang luas,” jelas Rani.
Menurut Rani, bantuan dari BRI Peduli sangat bermanfaat bagi kelompok usahanya untuk memasarkan produk-produk mereka.
“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pihak BRI yang telah banyak memberikan dukungan serta bantuan, sehingga kelompok kami juga semakin semangat untuk bekerja dan menjual produk kerajinan yang dibuat. Bahkan, berkat bantuan dari BRI Peduli, omzet kami jadi semakin meningkat dan menyentuh di kisaran Rp25 juta per bulan. Selain itu, setiap BRI mengadakan acara, kelompok usaha kami juga selalu dilibatkan di dalamnya,” kata Rani.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menambahkan, melalui program “Klasterkuhidupku”, BRI berkomitmen untuk mendampingi dan membantu para pelaku usaha perempuan, tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga berupa pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya.
“Kami juga mendorong produktivitas kelompok usaha perempuan dengan memberikan bantuan peralatan usaha atau sarana prasarana pendukung. Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," ungkap Supari.
"Kami juga berharap, kisah yang ditunjukkan oleh kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi menjadi motivasi dan cerita inspiratif yang dapat ditiru oleh kelompok-kelompok usaha perempuan lainnya di berbagai daerah," pungkasnya.
