Kumparan Logo

Kominfo Dorong Startup di Indonesia Kolaborasi untuk Tingkatkan Kinerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kominfo. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kominfo. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pelaku startup untuk berkolaborasi agar bisa meningkatkan kinerjanya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar HUB.ID Accelerator 2022.

Direktur Ekonomi Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo I Nyoman Adhiarna menjelaskan dari acara tersebut ada 200 pendaftar dan telah terpilih 24 startup terbaik melalui dua tahapan kurasi.

“Tahap pertama, dari lebih 200 startup yang mendaftar dikurasi menjadi Top 40 berdasarkan deck dan kualifikasi founder profiles, problem statement clarity, product unique value proposition (UVP), market size dan traction growth,” kata Nyoman Adhiarna melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/7).

Ketua Tim Business Matchmaking, Luat Sihombing, mengatakan tahapan kurasi dilalui melalui tahapan pertama yaitu seleksi profil bisnis. Tahap kedua, para startup mengikuti seleksi wawancara bersama panel kurator yang terdiri dari tim kurator ahli dengan latar belakang profesional dan investor.

Adapun pada kurasi tahap kedua, penilaian meliputi teknik presentasi dan kapabilitas founder, product roadmap, business model, traction and revenue, corporate and state owned enterprises synergy, government synergy, serta potential investment.

Luat mengungkapkan 24 startup yang terpilih tersebut telah dipertemukan melalui acara Startup Gathering sebagai wadah untuk mereka bekerja sama.

“Melalui acara Startup Gathering ini kami juga ingin memberikan wadah bagi setiap startup untuk dapat membuka peluang kerja sama dan berkolaborasi dengan satu sama lain dari awal program, memetakan lokasi networking session serta kembali mensosialisasi program ini,” ujar Luat.

Ilustrasi startup. Foto: Shutter Stock

Luat menjelaskan 24 startup terpilih nantinya juga akan mengikuti kegiatan mentoring bersama pelaku usaha yang berpengalaman dan memiliki portofolio bisnis, investasi serta keahlian, seperti Hendra Kwik (Partner, Number), Rama Raditya (CEO Qlue), Andree Susanto (CEO Waresix), Arip Tirta (President Evermos), Pamitra Wineka (CEO Tanihub).

Selain itu ada juga Sukan Makmuri (Ex-CTO, Kudo), Natali Andrianto (Ex-CTO, Tiket), Marshall Pribadi (CEO Privy), William Gozali (Head, Insignia), Kenneth Li (Partner, MDI SG), Markus Rahardja (CIO BRI Ventures), Aldi Adrian H. (Partner Arise) serta pelaku usaha modal ventura lainnya.

Para startup terpilih ini nantinya juga akan dibantu oleh pitch trainer, Peter Browne, untuk menyiapkan presentasi bisnis dan inovasi yang baik pada saat menggunakan 5 menit kesempatan emas presentasi di hadapan para calon mitra bisnis dan investor.

Mereka juga akan didukung dan difasilitasi oleh Kemenkominfo dalam mengikuti program HUB.ID Accelerator 2022 yang berfokus pada business matchmaking dengan menghadirkan pemerintah, BUMN, korporasi swasta, dan investor.

Berbagai rangkaian program meliputi Business Mentoring, Pitch Training, Business Matchmaking, Networking Session, Demo Day, dan Global Immersion, yang berlangsung hingga Oktober 2022 mendatang.

Luat mengungkapkan startup digital yang terpilih untuk mengikuti HUB.ID Accelerator 2022 berfokus pada lima sektor vertikal yaitu Financial Services, Logistic atau Supply Chain, SME Enabler, B2B atau Enterprise Solution atau Govtech, serta Agriculture and Aquaculture.

“Sejak dilaksanakan tahun 2021, HUB.ID sudah melibatkan 43 startup digital dan 47 partner dari koperasi dan BUMN termasuk Pemerintah. Melalui program tahun lalu, Kementerian Kominfo telah berhasil menjalankan 100 peluang kerja sama bisnis baru dan menghasilkan 30 kerja sama bisnis baru dan 2 investasi baru,” tutup Luat.