Kumparan Logo

Komisi VI DPR Samakan Gaya Bisnis PLN dan PTPN: Kolonial, Kerjanya Itu-itu Saja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) PLN. Foto: PLN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) PLN. Foto: PLN

Anggota Komisi VI DPR dari fraksi PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menganggap PT PLN (Persero) menjalankan bisnis kolonial. Ia menyamakan bisnis PLN dengan bisnis PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN.

“Tetapi saya memahami bahwa bisnis PLN ini bisnis perkebunan, ini bisnis kolonial. Dalam artian, kerjanya ya itu-itu aja, bikin pembangkit listrik, jual listrik, pasarin, kalau sederhananya,” kata Deddy dalam RDP Panja Transisi Energi ke Listrik di Komisi VI DPR, Rabu (12/7).

Deddy menjelaskan, bisnis PTPN juga serupa dengan PLN, diawali dengan penanaman tebu dan penjualan CPO atau gula pada tahap akhir. Ia belum melihat PLN menjadi pemain bisnis utama, dan masih menjadi pengikut. Pasalnya, PLN tidak mengambil peran dalam industri manufaktur maupun tren ke depannya.

“Katakan misalnya solar panel gimana kita, sekarang Chinese. Saya bingung misalnya salah satu pengusaha sebut saja Tomy Winata akan menjual 5 gigawatt ke Singapura, sudah mendapat konsesi area ratusan ribu hektar di sekitar kepulauan Riau, where the hell is in PLN,” ujarnya.

embed from external kumparan

Deddy menyarankan anak usaha maupun cucu perusahaan PLN bisa mengambil andil untuk menjadi penyedia baterai listrik. Ia menilai potensi bisnis yang sangat terbuka.

“Blue hydrogen saya kira kurang dari 10 tahun saya kira akan pasif, di mana PLN di sana? karena the way we sell electricity sekarang pasti akan berbeda. Jangan-jangan takutnya saya PLN jadi dinosaurus ketika itu terjadi,” imbuh Deddy.

Deddy mencermati PLN akan kehilangan peluang yang bisa membawa lebih maju. Ia meminta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo untuk merancang roadmap PLN bergerak ke arah manufaktur.

“Coal place out rencananya tahun 2030, sementara majority pembangkit kita ada di sana,” tuturnya.