Kumparan Logo

Komisi VII DPR ke Erick Thohir: Industri Baterai Listrik Jangan Retorika Politik

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir lantik pejabat di Kementerian BUMN, Rabu (27/1).  Foto: Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir lantik pejabat di Kementerian BUMN, Rabu (27/1). Foto: Kementerian BUMN

Komisi VII DPR meminta penggarapan proyek industri baterai listrik tidak main-main. Wakil Ketua Komisi VII, Ramson Siagian, meminta Menteri BUMN Erick Thohir tidak memanfaatkan pengembangan baterai listrik untuk kepentingan politik.

"Ketua tim percepatan Pak Agus, tolong disampaikan ke Menteri BUMN agar ini jangan hanya konsumsi retorika politik, jangan untuk konsumsi menghadapi 2024, tapi ini harus fakta untuk generasi mendatang," kata Ramson saat rapat mengenai perkembangan industri baterai listrik, Senin (1/2).

Ramson mengakui saat ini eranya banyak proyek untuk konsumsi politik. Ia tidak mengungkapkan proyek yang dimaksud. Namun, Ramson menegaskan kepentingan untuk bangsa harus diprioritaskan.

Sehingga, Ramson mengharapkan untuk proyek industri baterai listrik mulai dari teknologi, kapasitas, manajemen, dana, hingga sumber daya lainnya harus dikonkritkan.

"Sampaikan ke Pak Menteri BUMN supaya betul-betul konkret, supaya terukur. Ini masih paparannya retorika ini sesudah saya baca ulang, berikutnya harus terukur kapan mulai bisa produksi nanti industri baterai kendaraan bermotor listrik tersebut, harus itu harus ada terukur," ujar Ramson.

Menteri BUMN Erick Thohir mencoba mengendarai mobil listrik dan mengecek kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali. Foto: Instagram/@erickthohir

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana, menjelaskan di tahun 2021 ini target capaiannya adalah dimulainya pembangunan charging station di seluruh Indonesia.

Agus mengungkapkan saat ini sudah ada 32 titik SPKLU dan 22 lokasi. Sementara ada juga pilot project pembangunan 33 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum ( SPBKLU).

"Tahun 2022 perusahaan manufaktur EV diharapkan mulai produksi di Indonesia dan produksi EV baterai dari hulu hingga hilir direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2024," kata Agus.