Kumparan Logo

Komisi XI DPR Setujui Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, saat fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, Senin (24/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, saat fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan, Senin (24/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Komisi XI DPR menyetujui Sarjito menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026-2031. Ini diungkap oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra, Mohamad Hekal usai rapat internal Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Senin (24/8).

“Ya betul, untuk periode 2026-2031,” sebut Hekal ketika dihubungi kumparan, Senin (24/8).

Untuk selanjutnya, kata Hekal, pengesahan Sarjito bakal dijadwalkan secara resmi pada rapat Paripurna DPR RI, Kamis (27/8).

Sebelumnya, Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR, Jakarta, pada Senin (24/8) pukul 15.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Sarjito membawa visi membangun bursa mineral dan komoditas strategis yang likuid serta dipercaya dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan mineral dan komoditas yang besar, serta berperan penting terhadap perekonomian nasional dan rantai pasok global.

“Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil timah terbesar di dunia penghasil nikel terbesar di dunia, mohon maaf tetapi harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri tetapi ditentukan di negara lain,” ucap Sarjito saat penyampaian visi dan misi, di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (24/8).

instagram embed