Komisi XI DPR soal TNI Jadi Dirjen Bea Cukai: Jangan Dikotomi Sipil & Militer
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, merespons ditunjuknya Bimo Wijayanto menjadi Dirjen Pajak dan Letjen TNI Djaka Budhi Utama menjadi Dirjen Bea Cukai. Keduanya merupakan jebolan dunia militer.
Misbakhun meminta agar masyarakat tidak membedakan atau membuat dikotomi atas peran militer dan sipil dalam pemerintahan, karena yang dibutuhkan adalah sifat kepemimpinannya.
"Jangan meng-dikotomi sipil militer. Jangan meng-dikotomi. Kita butuhkan adalah orang dari sisi leadership-nya. Tadi Bu Menteri sudah menyampaikan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan," tegasnya saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (23/5).
Dia meminta agar pemerintah menggunakan semua instrumen untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), apalagi di situasi ekonomi saat ini yang tidak pasti.
Saya yakin leadership seorang militer juga penting dibutuhkan. Itu saja. Yang penting dia harus adaptif dengan situasi-situasi pekerjaannya. Itu saja. Gak ada yang lain," ujar Misbakhun.
Dia juga menegaskan Djaka sudah menjadi purnawirawan. Artinya sudah menjadi masyarakat sipil.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik banyak pejabat eselon I Kemenkeu secara tertutup pagi ini. Bendahara negara itu melantik Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo dan perwira tinggi TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Djaka Budhi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai menggantikan Askolani.
"Dengan memanjatkan puji syukur, Tuhan yang maha esa, maka pada hari ini, Jumat tanggal 23 Mei 2025, saya Menteri Keuangan dengan ini resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan," kata Sri Mulyani.
Bimo Wijayanto sebelumnya merupakan Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden pada September 2014-Juli 2015 dan pernah dia pernah berkantor di Kemenko Bidang Maritim dan Investasi sebagai Asisten Deputi Investasi.
Dari sisi latar belakang pendidikan, Bimo merupakan jebolan Sekolah Menengah Atas atau SMA Taruna Nusantara pada 1995. Lalu mendapatkan gelar sarjana (S1) Akuntansi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2000.
Sementara Dirjen Bea dan Cukai terbaru, Djaka Budhi adalah perwira tinggi TNI AD yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN).
Djaka juga tercatat sebagai anggota Tim Mawar yang merupakan unit kecil TNI AD yang diduga terlibat penculikan aktivis sebelum tahun 2000. Tim Mawar diisi Komandan Mayor Bambang Kristiono, Wakil Komandan Kapten Fauzani, dan Pa Intel Tim Kapten Nugroho.
