Kumparan Logo

Kondisi Keuangan Asabri Membaik, Tapi Ekuitas Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung ASABRI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gedung ASABRI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

PT Asabri (Persero) melaporkan kondisi keuangan dan progres kinerja penyehatan perusahaan kepada Komisi VI DPR RI hari ini, Selasa (25/1). Walaupun tercatat membaik, Asabri masih mencatat ekuitas negatif per 31 Desember 2021.

Direktur Utama PT Asabri, Wahyu Suparyono, mengungkapkan posisi ekuitas Asabri tercatat minus Rp 4,7 triliun, meningkat cukup tinggi dari posisi 31 Desember 2020 lalu yang jeblok minus Rp 13,3 triliun.

"Ekuitas sudah membaik, negatif Rp 4,7 triliun meskipun masih unaudited. Lebih baik jika dibandingkan dengan 2020 Rp 13,3 triliun (minus) yang kita laporkan pada 9 Juni, itu sudah audited yang 2020," papar Wahyu pada RDP Komisi VI DPR dengan Asabri dan Taspen, Selasa (25/1).

Selanjutnya, Wahyu yang juga merangkap sebagai Direktur Operasi Asabri ini, menyebutkan posisi solvabilitas Asabri juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, yaitu menjadi 209 persen.

"Sudah semakin membaik, jika dibandingkan 2020 minus 819 persen. Namun, kondisi solvabilitas ini masih jauh dari rekomendasi OJK yang mengharuskan at least 120 persen," lanjut dia.

Wahyu juga memaparkan pendapatan dari premi Asabri masih relatif landai. Dia menyebut pendapatan dari premi naik sekitar 2,6 persen per tahun selama periode 2017-2021, sementara itu klaim naik pada kisaran 7,3 persen per tahun.

"Dan (kinerja keuangan) kami masih mengandalkan dari hasil investasi," tutur Wahyu.

Adapun penurunan defisit ekuitas menjadi Rp 4,7 triliun atau turun sebesar Rp 8,6 triliun disebabkan penurunan signifikan dari cadangan premi atau LMPMD (liabilitas manfaat polis masa depan).

Wahyu menuturkan, penurunan tersebut akibat penerapan bunga aktuaria dari 6,94 persen menjadi 9,7 persen yang disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani per Desember 2021. Hal tersebut mempunyai dampak signifikan pada penurunan LMPMD menjadi Rp 8,7 triliun dari 31 Desember 2020 ke 31 Desember 2021

Adapun Asabri sendiri mengelola asuransi sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk prajurit TNI/Polri dan ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan. Wahyu berkata, total peserta aktif Asabri sebanyak 1.390.450 orang.

"Dengan rincian peserta aktif 934.123 orang, dan peserta pensiun 456.327 orang," paparnya.