Konsolnas Muhammadiyah di Yogya Disebut Bahas Tambang: Pertemuan Tertutup

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sabtu (27/7).
Salah satu pembahasan yang disebut-sebut dalam konsolnas ini adalah soal tawaran dari pemerintah untuk mengelola tambang.
Pantauan kumparan, acara berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan. Acara berlangsung tertutup. Tampak sejumlah Kokam turut mengamankan acara.
"Acara ini namanya Konsolidasi Nasional Muhammadiyah. Pesertanya PP Muhammadiyah mengundang pimpinan wilayah, 35 pimpinan wilayah," kata Kepala Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Arif Nur Kholis di lokasi.
Lanjutnya yang dibahas di acara ini adalah beberapa hal strategi yang bersifat sangat internal.
"Pertama yang normatif update program kerja, capaian-capaian setelah muktamar, gitu kan. Konsolidasi nasional juga dilakukan di gedung ini tahun lalu. November," bebernya.
Arif mengatakan, Wapres RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla turut diundang hari sebagai narasumber.
"Pak JK narasumber hal-hal yang terkait isu strategis. Isunya kan macam-macam. Bapak-bapak (wartawan) kan tahu Muhammadiyah viral soal urusan kalender hijriahnya akan berbeda. Terus kedua tentang yang kemarin beberapa hal yang lain," jelasnya.
"PP Muhammadiyah akan menyampaikan ke wilayah, detail-detailnya mungkin besok yang akan disampaikan," jelasnya.
Pertemuan Tertutup
Arif mengatakan acara konsolidasi ini full tertutup termasuk untuk awak media.
"Nggih tertutup, sesinya tertutup. Mohon maaf tidak bisa mengikuti jalannya. Akan dibuatkan konferensi pers besok," bebernya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, membenarkan akan ada pertemuan itu, tapi tak hanya membahas soal tambang.
"Itu acaranya konsolidasi organisasi, bukan hanya (bahas) tambang saja. Iya (pleno)," kata Busyro ditemui di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (19/7).
Pembahasan soal izin tambang, menurut Busyro hanya salah satu agenda dari sekian agenda lainnya. "Iya (pleno)," jelasnya.
Pertemuan itu rencananya akan berlangsung di salah satu kampus milik Muhammadiyah. "Kalau tidak ada perubahan tanggal 27-28. Lokasi biasanya di salah satu kampus bukan di hotel," jelasnya.
