Kumparan Logo

Konstruksi Tol Solo-Ngawi Capai 89%, Ditargetkan Beroperasi Maret 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok. Jasa Marga)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok. Jasa Marga)

PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), anak usaha PT Jasa Marga (Persero), terus menggenjot pembangunan proyek jalan tol Solo-Ngawi. Saat ini, konstruksi proyek jalan tol sepanjang 90,25 kilometer tersebut dilaporkan sudah mencapai 89% dan pembebasan lahannya sudah 95,79%.

Direktur Utama JSN, David Wijayanto, mengatakan perseroan berusaha secepat mungkin menyelesaikan proyek ini. Menurut dia, ruas jalan tol tersebut ditargetkan bisa beroperasi penuh pada Maret 2018.

“Kami berusaha menyelesaikan secepat mungkin. Harapannya, Maret 2018 sudah beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat,” kata David dalam keterengan tertulis JSN, Minggu (4/2).

Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok: Jasa Marga)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok: Jasa Marga)

David mengatakan, jika jalan tol Solo-Ngawi telah dioperasikan, waktu tempuh yang sebelumnya harus memakan waktu 3 jam, bisa dipangkas 50% atau sekitar 1,5 jam. Penghematan waktu ini akan memudahkan mobilitas dan konektivitas ekonomi masyarakat antar daerah di sana.

“Sebelumnya, dari Kertasura hingga Ngawi itu makan waktu 3 jam, namun setelah pengoperasian jalan tol ini nantinya dapat ditempuh kurang lebih 1 jam lewat 30 menit,” ucapnya.

Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok. Jasa Marga)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Solo-Ngawi yang Siap Beroperasi (Foto: Dok. Jasa Marga)

Jalan Tol Solo-Ngawi dilengkapi dengan lima Gerbang Tol (GT), yakni GT Kartasura (Ngasem), GT Solo (Klodran), GT Karanganyar (Kebakkramat), GT Sragen (Pungkruk), dan GT Ngawi (Kota Ngawi).

Untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tol, PT JSN mempersiapkan Simpang Susun yang pada tahap pertama terdiri dari Klodran, karanganyar, Sragen, dan Ngawi, sedangkan pada tahap kedua akan dibangun juga Purwodadi, Sragen Timur, dan Bandara Adi Soemarmo Boyolali.