Kumparan Logo

Konsumsi & Investasi Membaik, Kemenkeu Yakin Ekonomi Kuartal II Tembus 7 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyampaian SPT elektronik di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penyampaian SPT elektronik di Kantor Dirjen Pajak, Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 bisa tembus di kisaran 7,1 - 8,3 persen. Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada arah pemulihan yang semakin kuat dan faktor based effect.

“Ini harapan kita dengan asumsi konsumsi pemerintah dan masyarakat membaik. Akan terjadi lonjakan di kuartal II kemudian melandai lagi di kuartal III dan IV. Kenapa kuartal II kita sangat optimistis? Karena kita bandingkan dengan kuartal II tahun lalu yang negatifnya sangat dalam,” ujar Kunta dalam LPPI Virtual Seminar Meningkatkan Efektivitas Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (3/6).

Kunta merinci ada beberapa faktor yang membuat Kemenkeu optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini bisa meroket lebih dari 7 persen. Pertama, pemerintah menilai konsumsi masyarakat telah pulih seiring momentum hari raya dan pelaksanaan program PEN yang terus berlanjut.

Kedua, konsumsi pemerintah juga tercatat tumbuh tinggi seiring pelaksanaan PEN dan aktivitas pelayanan publik yang lebih normal dibanding periode yang sama tahun lalu. Ketiga, Kunta mengatakan bahwa saat ini tingkat investasi juga sudah mulai meningkat.

“Investasi mengalami rebound sangat kuat didukung arah ekspansi dunia usaha serta kelanjutan proyek infrastruktur pemerintah,” ujarnya.

Pengunjung membawa belanjaan di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (19/5). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Selain itu ekspor juga mulai tumbuh tinggi didukung oleh pemulihan ekonomi global dan permintaan akan komoditas utama. Terakhir, impor juga mengalami pertumbuhan sehingga mengindikasikan pemulihan permintaan domestik serta menunjang kebutuhan produksi dan investasi.

“Namun ekspektasi pemulihan berkelanjutan ini perlu didukung upaya menjaga COVID-19 tetap terkendali dengan penguatan sistem kesehatan melalui tes, lacak dan isolasi, vaksinasi serta disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.