Konsumsi BBM & LPG Naik, Pertamina Proyeksi Kebutuhan Energi Fosil Masih Tinggi
·waktu baca 1 menit

PT Pertamina (Persero) mencatat kebutuhan energi fosil masih tinggi hingga 2030. Proyeksi itu didasari kenaikan konsumsi BBM dan LPG yang tinggi.
Berdasarkan data pemasaran Pertamina pada 2020-2023, penjualan energi fosil naik 4 persen, meski saat ini campuran dari energi bersihnya terus ditingkatkan.
"Tapi faktanya demand fosil ini terus meningkat sampai 4 persen. Kami perkirakan sampai 2030 kebutuhan bahan bakar berbasis fosil akan meningkat, setelah itu baru akan turun," kata dia dalam rapat dengan DPR, di Jakarta, Selasa (3/12).
Penjualan BBM subsidi per Oktober 2024 mencapai 39,7 juta kiloliter (KL) dan diharapkan target akhir tahun di posisi 48,6 juta KL. Untuk LPG subsidi realisasinya terjual 6,9 juta ton dan target akhir tahun 8,3 juta ton.
Sementara penjualan produk nonsubsidi mencapai 37,2 juta KL dan target akhir tahun 39,1 juta KL. Secara keseluruhan, total produk BBM dan LPG yang terjual 102,4 juta KL.
"Sehingga penting bagi kita jaga produktivitas hulu BBM dan pengolahan kilang kita," ujarnya.
