Kumparan Logo

Kopdes Merah Putih Bakal Punya Layanan Fintech untuk Sektor Produktif

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ferry Juliantono melakukan serah terima jabatan Menteri Koperasi di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ferry Juliantono melakukan serah terima jabatan Menteri Koperasi di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah tengah menyiapkan layanan keuangan berbasis teknologi finansial (fintech) untuk mendukung Kopdes Merah Putih. Layanan ini akan difokuskan pada pembiayaan sektor produktif di desa, bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan, fintech koperasi berbeda dengan koperasi simpan pinjam (KSP) konvensional.

“Sebenarnya kita akan kembangkan, kelihatannya bukan simpan pinjam tapi nanti lebih ke kredit. Jadi kalau simpan pinjam itu lebih konsumtif, tetapi kalau kredit (fintech) ini akan diarahkan untuk pembiayaan sektor produktif di desa,” kata Ferry usai Sertijab Wakil Menteri Koperasi di kantornya, Jakarta, Kamis (18/9).

Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR pada 8 September 2025, mantan Menkop Budi Arie dalam presentasinya menayangkan video bahwa anggota koperasi akan bisa menikmati berbagai layanan, mulai dari pembayaran tagihan, menabung, meminjam dana, mengakses e-bank, hingga layanan pembayaran online (PPOB).

Selain itu, koperasi juga akan mampu menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT), pendanaan usaha, subsidi keuangan, dan kredit usaha kecil. Semua aktivitas ini akan tercatat secara digital, sehingga memudahkan pengurus koperasi dan memperkuat akuntabilitas.

“Ini arsitektur digitalisasi yang kita namakan Simkopdes [Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih]. Jadi nanti semua terintegrasi, 80.000 koperasi punya akun sendiri, kemudian akan dibentuk koperasi sekunder di tingkat kabupaten dan provinsi, serta terhubung dengan sistem ekonomi lainnya,” ucap Budi Arie.